Nasib Guru Honorer yang Menyedihkan - Kompas.com

Nasib Guru Honorer yang Menyedihkan

Kompas.com - 09/08/2012, 19:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Sulistiyo menyatakan, perlakuan pemerintah kepada guru honorer masih buruk. Menurut dia, hal itu terbukti dari tiadanya sistem perekrutan dan pembinaan yang jelas, disusul dengan kesejahteraan dan perlindungan yang menyedihkan.

"Perlakuan terhadap guru honorer sangat menyedihkan. Terlebih perlakuan kepegawaiannya jauh dari memadai," kata Sulistiyo di Jakarta, Kamis (9/8/2012).

Ia mengungkapkan, jika tak segera dibenahi, semua permasalahan itu akan semakin keruh dan sangat berpotensi merugikan masyarakat. Pasalnya, jumlah guru honorer yang tidak memenuhi persyaratan akan semakin banyak, baik kualifikasi akademik maupun kompetensinya.

"Kita harus paham, kondisi itu terjadi karena tak ada kejelasan untuk guru honorer. Keinginan menjadi PNS hanya harapan karena pemerintah sering tak peduli," tuturnya.

Semakin ironis, kata dia, karena guru honorer yang telah mengabdi puluhan tahun juga luput dari radar pemerintah. Mayoritas dari mereka ada di bawah garis kemiskinan.

"Kerja sepenuh waktu tetap tak dihargai, perhatian pemerintah seperti bumi dan langit," ucap Sulistiyo.

 


EditorAna Shofiana Syatiri
Komentar

Terkini Lainnya

Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

Megapolitan
Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal  Win Long BH 2998

Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal Win Long BH 2998

Regional
Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

Regional
'Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres'

"Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres"

Nasional
India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

Internasional
Indonesia Mini di 'Kampus Toleransi' Salatiga

Indonesia Mini di "Kampus Toleransi" Salatiga

Regional
Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

Regional
Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

Megapolitan
Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

Internasional
Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

Regional
Gelar 'Gala Dinner' di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

Gelar "Gala Dinner" di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

Megapolitan
Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

Regional
Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

Regional
Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

Regional
Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

Regional
Close Ads X