Jumat, 25 Juli 2014

News / Edukasi

TIPS

Kemampuan Membaca Anak Bukan Proses "Sim Salabim"

Senin, 13 Agustus 2012 | 10:11 WIB

KOMPAS.com - Belajar membaca bukanlah proses yang sekali berjalan langsung berhasil. Proses ini menempuh sejumlah tahapan hingga akhirnya bisa membaca sendiri dan lancar.  Waktu yang terbaik bagi anak untuk mulai belajar membaca adalah sejak usia dini, biasanya ketika mereka memasuki usia pre school. Ini adalah waktu terbaik di mana mereka mampu untuk mulai membangun kemampuan dasar dalam membaca.
Berikut ini adalah tahap-tahap dalam belajar membaca:

1. "Pre-reader" dan pembaca pemula
- biasanya suka melihat-lihat buku dan mulai suka untuk membacanya;
- sering berperilaku seperti layaknya seorang yang sedang membaca, misalnya memegang buku dan berpura-pura seolah sedang membacanya;
- belajar tentang kata-kata dengan melihat buku bergambar dan bermain dengan blok-blok yang ada gambar huruf, dan lain-lain;
- belajar tentang kata-kata melalui lagu, sinyal traffic lights, dan logo yang ada di kemasan produk makanan;
- belajar bagaimana teks bekerja, misalnya, di mana sebuah cerita dimulai dan berakhir di proses pencetakan;
- mulai memahami bahwa pemikiran mereka bisa dituangkan dalam cetakan tertulis;
- menggunakan gambar-gambar dan ingatan untuk menceritakan atau menceritakan ulang sebuah cerita.

2. "Emerging reader"

- siap menerima instruksi untuk membaca;
- belajar bahwa teks adalah cara untuk memberitahukan sebuah cerita atau informasi;
- mulai untuk mencocokkan kata-kata yang tertulis untuk diucapkan dan menemukan hubungan antara suara dengan huruf-huruf;
- mulai bereksperimen dengan membacam dan ingin mencoba untuk mengucapkan kata-kata dengan keras ketika membaca teks-teks sederhana;
- menemukan gambar-gambar yang bisa membantu untuk memahami teks, dan belajar bahwa kata-kata menyampaikan pesan yang konsisten dengan gambar.

3. "Early reader"

- mulai lebih percaya diri dan menggunakan metode yang lebih bervariasi, misalnya, mengandalkan isyarat visual untuk mengidentifikasi kata-kata pada teks;
- mengadaptasikan apa yang mereka baca ke teks-teks yang berbeda;
- mengenali banyak kata-kata, mengetahui lebih banyak tentang membaca, dan memiliki semangat untuk mencoba membaca teks-teks baru.

4. "Fluent reader"
- berpikir bahwa membaca adalah sesuatu yang baik dan bekerja dengan otomatis;
- menggunakan metode-metode yang bervariasi untuk mengidentifikasi kata-kata dan artinya;
- dapat membaca berbagai jenis teks dan memprediksikan peristiwa yang ada dalam cerita;
- menghubungkan cerita yang ada dalam buku dengan pengalaman atau pengetahuan mereka sendiri dan menemukan sesuatu yang baru.

Mungkin akan memakan waktu untuk melalui setiap tahapan dan anak Anda mungkin membutuhkan perhatian dan dukungan untuk melewati tahapan-tahapan tersebut. Anda, sebagai orangtua, bisa membuat sebuah aturan main yang dapat membimbing anak untuk meningkatkan kemampuan membacanya hingga berhasil.

Bagaimana membantu anak dalam membaca?

Sebagai orangtua, Anda adalah guru pertama dan utama bagi mereka. Ketika Anda membantu mereka belajar membaca, maka Anda telah membuka pintu menuju dunia buku dan belajar. Membaca dengan keras untuk anak-anak adalah cara terbaik untuk menarik perhatian mereka dan menumbuhkan ketertarikan mereka dalam membaca.

Dengan bantuan orangtua, anak akan belajar bagaimana membaca dan dapat mempraktikkannya hingga mereka dapat membaca dengan kenyamanannya sendiri. Kemudian, mereka akan memiliki informasi dan pengetahuan yang luas!

Membaca dapat menjadi aktivitas keluarga. Menghabiskan waktu dengan permainan kata-kata, cerita-cerita, dan buku-buku itu akan membantu anak Anda untuk:
- mengumpulkan informasi dan belajar tentang dunia;
- belajar bagaimana cerita dan buku bekerja, bahwa buku-buku memiliki awal, akhir, karakter, dan tema-tema;
- memperkaya penguasaan kosa kata dengan membaca dan bercerita tentang kata-kata baru;
- belajar bagaimana mendengarkan dan berpikir;
- belajar bahasa lisan dan pola bahasa;
- "jatuh cinta" dengan buku.

Yang perlu diingat adalah, tahapan yang dilalui anak yang satu dengan anak lain dalam membaca berbeda. Tidak usah membandingkan antara yang satu dengan yang lainnya. Hal terpenting adalah, Anda peduli dengan kemampuan membaca anak sehingga bisa memilihkan buku dan beraktifitas bersama mereka yang bisa membantu meningkatkan kemampuannya. 

 


Penulis: ING
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary
Sumber: