Minggu, 20 April 2014

News / Edukasi

"Penghargaan Ini Berkah Ramadhan..."

Senin, 27 Agustus 2012 | 15:55 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Pendidikan Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Non-Formal dan Informal (Dirjen PAUDNI), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Ella Yulaelawati, menyambut gembira kabar keberhasilan Indonesia dalam meraih penghargaan King Sejong Literacy Prizes 2012 yang dianugerahkan oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO). Menurutnya, program literasi atau pemberantasan buta huruf di Indonesia pantas diraih oleh Indonesia.

"Ini berkah Ramadhan untuk kita semua. Baru kami sampaikan setalah ada rilis resmi dari UNESCO," kata Ella, Senin (27/8/2012), di gedung Kemendikbud, Jakarta.

Melalui rilis di laman resminya, UNESCO menyatakan bahwa juri internasional menilai Indonesia sukses melawan buta huruf melalui program bertajuk "Peningkatan Kualitas Pendidikan Literasi Melalui Literasi Kewirausahaan, Budaya Membaca, dan Pelatihan Para Pendidik". Indonesia dinilai sukses melakukan inovasi pembelajaran dalam program pemberantasan buta huruf yang terintegrasi dengan pengenalan kewirausahaan dan pembinaan taman bacaan masyarakat di ruang publik seperti pasar dan tempat ibadah, serta pembinaan tutor secara berkala.

Penghargaan akan diserahkan secara resmi di Paris, Perancis, 6 September 2012 mendata, bersamaan dengan digelarnya pertemuan high official meeting bertema "Reaching the 2015 Literacy Target: Delivering on the Promise!". Pada acara penyerahan itu, Indonesia diminta menyajikan rencana aksi negara bebas buta aksara pada 2015.

Setiap tahun, UNESCO menganugerahkan dua penghargaan King Sejong Literacy dan dua penghargaan Confusius for Literacy dalam rangka menyambut Hari Aksara Internasional. Selain Indonesia, tahun ini, Rwanda juga meraih penghargaan UNESCO King Sejong Literacy Prize melalui program bertajuk "Program Literasi Orang Dewasa Nasional".

Sementara itu, Confucius Prizes for Literacy akan dianugerahkan kepada Bhutan untuk program pembelajaran pada masyarakat pedesaan dan Kolombia untuk pendidikan perdamaian dan anti kekerasan. Beberapa negara lain yang pernah meraih penghargaan King Sejong sejak 2008 adalah Burundi, Meksiko, Cape Verde, Mesir, Afghanistan, dan Burkina Faso serta Zambia. Penghargaan Confucius for Literacy pernah diberikan kepada Amerika Serikat, Republik Kongo, Jerman, Nepal, India, dan Filipina.


Penulis: Indra Akuntono
Editor : Caroline Damanik