Rabu, 16 April 2014

News / Edukasi

Jawa Tengah Kembali Sabet Juara Umum Olimpiade Sains

Jumat, 7 September 2012 | 10:56 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com - Provinsi Jawa Tengah kembali menyabet gelar juara umum pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) ke-XI. Provinsi tersebut dikukuhkan sebagai juara umum dengan koleksi 96 medali yang terdiri atas 23 medali emas, 39 medali perak, dan 34 medali perunggu.

Tahun lalu, dalam penyelenggaraan OSN X, di Manado, Sulawesi Utara, Jawa Tengah juga menjadi juara umum setelah meraih 21 medali emas, 29 medali perak, dan 24 medali perunggu. Secara umum, perolehan medali tim Jawa Tengah pun meningkat.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pendidikan, Musliar Kasim mengungkapkan para juara akan dipersiapkan untuk menjadi duta-duta pelajar Indonesia di berbagai ajang olimpiade sains tingkat internasional.

"Para juara yang telah terpilih pada OSN ke-11 tahun ini dapat terus menjaga tradisi menjadi juara di berbagai ajang olimpiade internasional," kata Musliar, dalam sambutannya di acara Penutupan OSN ke-XI, di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Kamis (6/9/2012) malam.

Musliar mengatakan, hampir setiap tahun, Tim Olimpiade Sains Internasional Indonesia senantiasa berhasil meraih berbagai medali pada ajang kompetisi sains seperti IPhO (International Physics Olympiad), IBO (International Biology Olympiad), IChO (International Chemistry Olympiad), serta IMO (International Mathematics Olympiad).

Musliar juga berharap melalui OSN ini, kecintaan terhadap sains di antara para pelajar dapat terus berkembang. Dengan demikian, anggapan bahwa bidang sains sulit dipelajari dan menakutkan bisa dihilangkan.

Untuk itu, kata Musliar, sekolah diharapkan lebih aktif memberi pemahaman sains kepada siswa mereka. Salah satunya dengan cara terus menerus meningkatkan kompetensi siswa dan secara inovatif menyiasati kekurangan fasilitas yang mungkin menjadi kendala.

Musliar berharap, OSN dapat menumbuhkan potensi sumber daya manusia di daerah melalui pembinaan dan seleksi pada tingkat daerah.

"Dilandasi oleh pemikiran bahwa para calon-calon ilmuwan yang terlahir melalui proses ini adalah sumber daya manusia yang harus dapat berperan serta dalam pembangunan daerahnya masing-masing," terangnya.

Oleh karena itu peran dan dukungan dari Pemda Provinsi/Kabupaten/Kota harus tetap dijaga dan bahkan ditingkatkan dari dukungan finansial ke dukungan regulasi dan kebijakan daerah yang konsisten serta berkelanjutan.

"Di sinilah pentingnya tahap-tahap kegiatan lomba perlu diprogramkan lebih terintegrasi mulai dari tingkat sekolah, kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan sekolah dan pembangunan daerah," pungkasnya.


Penulis: Indra Akuntono
Editor : Caroline Damanik