Rabu, 17 September 2014

News / Edukasi

Kurikulum Pendidikan Tinggi Direvisi

Jumat, 7 September 2012 | 16:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah merevisi Kurikulum Pendidikan Tinggi (Dikti). Diharapkan, hasil evaluasi itu akan melahirkan kurikulum baru dan sudah dapat diterapkan pada tahun akademik 2013.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidang Pendidikan, Musliar Kasim mengungkapkan, ada tiga unsur penting yang akan direvisi, yaitu terkait Attitude (sikap), Skill (keahlian), dan Knowledge (pengetahuan), yang kemudian disebut dengan kurikulum ASK.

"Kita akan merevisi, terutama untuk meningkatkan kualitas serta kompetensi lulusan perguruan tinggi," kata Musliar kepada Kompas.com, Jumat (7/9/2012), di Jakarta.

Mantan Rektor Universitas Andalas ini menyebutkan, evaluasi difokuskan pada ketiga hal itu karena berdasarkan kajian Kemendikbud, ketiganya belum saling terhubung. Di sisi lain, tuntutan dari dunia kerja sangat tinggi dan ketiga hal itulah yang nantinya akan memantapkan link and match pendidikan tinggi dengan dunia industri.

Saat ini, tuturnya, unsur "S" atau keahlian memang sudah lebih baik, terlebih dengan ekspansi besar-besaran yang dilakukan pemerintah pada pendirian lembaga pendidikan vokasi dengan rencana mendirikan akademi komunitas (AK) ke depannya. Sementara itu, untuk "K" atau pengetahuan, Musliar merasa pendidikan S-1 sudah cukup memenuhi kebutuhan tersebut. Khusus unsur "A" atau sikap, Musliar mengakui hal inilah yang sering "diributkan" oleh masyarakat, terutama di dunia kerja.

"Tetapi itu harus terus diperkuat, khususnya dalam attitude. Karena dalam bekerja sangat dibutuhkan. Dampak kurang attitude jadi kurang bekerja keras, tidak cinta tanah air, dan sebagainya," tambahnya.

Nantinya, setiap mata kuliah akan memuat tiga kompetensi ASK tersebut. Saat ini, kurikulum baru tersebut tengah digodok bersama dengan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP).


Penulis: Indra Akuntono
Editor : Caroline Damanik