Rabu, 23 Juli 2014

News / Edukasi

Persiapkan 2 Hal Utama untuk Belajar ke Luar Negeri!

Senin, 10 September 2012 | 08:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kendala yang sering ditemui pelajar Indonesia yang berniat untuk melanjutkan studinya ke luar negeri terletak pada soal perencanaan finansial dan juga kemampuan berbahasa asing. Sementara, menurut Ketua Ikatan Konsultan Pendidikan Internasional Indonesia (IKPII) Sumarjono, dukungan finansial menjadi hal penting yang harus masuk ke dalam bab perencanaan pendidikan ke luar negeri.

"Pengalaman orangtua yang pernah merencanakan pendidikan anaknya sampai ke luar negeri, tapi mereka nggak atau belum siap dalam hal keuangannya, beberapa diantara mereka pernah ada yang dikembalikan lagi," katanya bicara soal perencanaan pendidikan terpadu yang sering dikonsultasikan calon peserta pendidikan luar negeri kepada lembaganya.

Perencanaan pendidikan ini menurutnya perlu dipersiapkan secara matang untuk menunjang sisi finansial para calon peserta studi.

"Karena belajar ke luar negeri enggak murah, perlu education planning yang matang. Persiapannya mesti jauh-jauh hari agar segala-galanya juga menjadi lebih optimal," jelas Sumarjono di sela pameran pendidikan The 15th IKPIII International Education Expo bertema 'One Stop to Start' di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (9/9/2012).

Dia menyarankan para orangtua juga perlu bertemu dengan konsultan yang dapat dipercaya untuk membicarakan urusan-urusan pendidikan ke luar negeri dalam tahap persiapan yang lainnya. Selain itu, para orangtua lebih baik memilih konsultan pendidikan luar negeri yang masuk dalam keanggotaan IKPII.

"Untuk memulainya, orangtua bisa mengajak anaknya ke pameran pendidikan, sebab selain acara memberi informasi untuk anak-anak Indonesia untuk bisa mempersiapkan belajar ke luar negeri, konsultasi edukasi juga bisa didapatkan secara gratis" ujarnya.

Terkait dengan studi lanjutan ke luar negeri, hal substansial yang tidak boleh diabaikan adalah membekali diri dengan informasi lengkap mengenai sekolah internasional. Masih dalam tahap persiapan, Sumarjono menyebutkan satu hal yang perlu difokuskan peserta didik selain finansial adalah kemampuan berbahasa asing.

"Karena banyak juga yang ingin sekolah ke luar, tapi kemampuan berbahasa asing mereka masih rendah. Bahasa asing bukan cuma bahasa inggris, tapi juga bahasa mandarin, perancis atau negara yang mereka tuju," jelasnya mengaku dalam setiap pameran yang digelarnya, para peserta kedapatan sering mengkonsultasikan hal tersebut.

"Kendala mereka itu bisa jadi karena masih lemah di tahap persiapan studi. Padahal kalau mau belajar ke luar negeri, siswa juga perlu mengeksplorasi bahasa negara yang dituju, dan itu merupakan investasi yang nggak murah," terangnya lagi.


Penulis: Ali Sobri
Editor : Caroline Damanik