Mahfud: Banyak Lulusan Universitas Jadi Beban Negara - Kompas.com

Mahfud: Banyak Lulusan Universitas Jadi Beban Negara

Kontributor Makassar, Hendra Cipto
Kompas.com - 10/09/2012, 14:19 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Dalam orasi ilmiahnya di acara dies natalis yang digelar di baruga Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Senin (10/09/2012), Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, menyebutkan bahwa kini, para sarjana dan lulusan universitas telah menjadi beban negara. Pasalnya, banyak sarjana yang tak langsung terserap lapangan kerja.

"Lulusan universitas bukan berarti aset, tetapi menjadi beban negara. Karena belum tentu lulusan universitas bermanfaat bagi negara, karena faktanya banyak yang menganggur dan tidak bisa memanfaatkan ilmu yang diperolehnya dari universitas," kata Mahfud.

Pada acara yang dihadiri oleh Gubernur Sulsel, Panglima Kodam (Pangdam) VII Wirabuana, Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda), Panglima Komando Operasional Angkatan Udara (Pangkoopsau) II Makassar, Danlantamal VI Makassar, dan Guru Besar Unhas itu, Mahfud menambahkan, sarjana belum pantas disebut cendekiawan meski telah mengenakan toga. Proses meraih gelar sarjana, lanjutnya, hanya mengukur kecerdasan otak. Namun, Mahfud berharap setiap sarjana mampu menjadi seorang cendekiawan.

"Untuk memperbaiki negara Indonesia, sudah banyak universitas yang bisa memberikan terapi. Tetapi, terapi dari universitas tidak dipergunakan. Banyak sudah teori yang dimunculkan, tetapi ketika keluar dari kampus teori berubah dan menjadi koruptor," tandasnya.

PenulisKontributor Makassar, Hendra Cipto
EditorCaroline Damanik
Komentar

Terkini Lainnya

Aris Wahyudi akan Dijerat Pasal Pornografi dan Perdagangan Orang

Aris Wahyudi akan Dijerat Pasal Pornografi dan Perdagangan Orang

Megapolitan
Wiranto Minta Polemik Pembelian 5.000 Senjata Ditutup

Wiranto Minta Polemik Pembelian 5.000 Senjata Ditutup

Nasional
Napi Narkoba Kabur Saat Hujan Deras dan Mati Listrik di Lapas Parepare

Napi Narkoba Kabur Saat Hujan Deras dan Mati Listrik di Lapas Parepare

Regional
Beban Kerja dan Penyerapan Anggaran Tiap SKPD Berbeda, DPRD DKI Usul Skema TKD Dirombak

Beban Kerja dan Penyerapan Anggaran Tiap SKPD Berbeda, DPRD DKI Usul Skema TKD Dirombak

Megapolitan
Poltracking: Elektabilitas Nurdin Halid-Aziz Tertinggi Jelang Pilgub Sulsel

Poltracking: Elektabilitas Nurdin Halid-Aziz Tertinggi Jelang Pilgub Sulsel

Regional
TNI AU Tak Bermaksud Sanggah Pernyataan Panglima Soal Senjata Ilegal

TNI AU Tak Bermaksud Sanggah Pernyataan Panglima Soal Senjata Ilegal

Nasional
Luruskan Pernyataan Panglima, Wiranto Sebut 500 Pucuk Senjata untuk Pendidikan BIN

Luruskan Pernyataan Panglima, Wiranto Sebut 500 Pucuk Senjata untuk Pendidikan BIN

Nasional
Start dari Urutan Ke-5, Marquez Juarai Balapan GP Aragon

Start dari Urutan Ke-5, Marquez Juarai Balapan GP Aragon

Olahraga
Sejak Pertama Kali Diluncurkan, Nikahsirri.com Dapat 2.700 Klien

Sejak Pertama Kali Diluncurkan, Nikahsirri.com Dapat 2.700 Klien

Megapolitan
Survei Pilkada Jatim: Pemilih 'Cuek' ke Khofifah, yang 'Galau' ke Gus Ipul

Survei Pilkada Jatim: Pemilih "Cuek" ke Khofifah, yang "Galau" ke Gus Ipul

Regional
Begini Modus Operasi Dugaan Pornografi di Situs Nikahsirri.com

Begini Modus Operasi Dugaan Pornografi di Situs Nikahsirri.com

Megapolitan
Kadis Perumahan DKI: Kalau Dia Membubarkan Ibadah Lagi, Keluarkan dari Rusun

Kadis Perumahan DKI: Kalau Dia Membubarkan Ibadah Lagi, Keluarkan dari Rusun

Megapolitan
Panjat Tembok, Napi Narkoba Kabur dari Lapas Kelas II Kota Parepare

Panjat Tembok, Napi Narkoba Kabur dari Lapas Kelas II Kota Parepare

Regional
Diduga Tidak Bisa Berenang, Santri Cilik Tewas Tenggelam

Diduga Tidak Bisa Berenang, Santri Cilik Tewas Tenggelam

Regional
Daftar Juara Jepang Terbuka 2017, Indonesia Raih Satu Gelar

Daftar Juara Jepang Terbuka 2017, Indonesia Raih Satu Gelar

Olahraga


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM