Jumat, 25 April 2014

News / Edukasi

Rektor Unud: Plagiat, Aib bagi Peneliti

Senin, 10 September 2012 | 18:04 WIB

Baca juga

JIMBARAN, KOMPAS.com — Rektor Universitas Udayana (Unud) Made Bakta mengingatkan para mahasiswanya agar menghindari aksi plagiat dalam menyusun tugas akhir atau hasil penelitian. Menurutnya, aksi itu akan berakibat fatal, baik bagi mahasiswa maupun bagi perguruan tinggi negeri yang bersangkutan, termasuk pemberian sanksi bagi para pelakunya, seperti pencabutan gelar akademik.

"Semua dosen dan pegawai pada tahun itu (saat penerbitan karya) dapat ditunda kenaikan pangkatnya, rektor bisa dihentikan. Jangan lakukan plagiat karena itu aib bagi peneliti," katanya saat memberikan kuliah umum kepada ratusan mahasiswa baru di Auditorium Widya Sabha Kampus Universitas Udayana di Jimbaran, Bali, Senin (10/9/2012).

Bakta menegaskan, para mahasiswa harus mempertahankan kemandirian dan orisinalitas ide dan karyanya. Hindari melakukan duplikasi, pengulangan, atau bahkan pencontekan dari gagasan dan karya cendekiawan lainnya. Pasalnya, lanjut Bakta, pertanggungjawaban hasil karya tidak hanya menjadi milik mahasiswa, tetapi juga pembimbing, promotor, hingga senat universitas dan program pascasarjana.

Pembantu Rektor I Unud, I Komang Gde Bendesa, mengatakan bahwa belum satu pun aksi plagiat yang ditemukan di kampusnya. Walau demikian, Unud akan selalu aktif dalam pencegahan plagiarisme di kampusnya.

Selain plagiarisme, Bendesa juga mengatakan bahwa Unud ingin mengantisipasi aksi pendangkalan dalam penyelesaian tugas akhir para mahasiswanya.

"Pendangkalan itu seperti data yang sama dan digunakan dalam dua tulisan dan diterbitkan pada jurnal berbeda," katanya.

Di Unud, lanjutnya, para mahasiswa diberi batas hanya boleh mengutip hasil karya orang lain dengan mencantumkan sumber sebanyak 20 persen dari total karya tulis ilmiahnya.


Editor : Caroline Damanik
Sumber: