Jumat, 1 Agustus 2014

News / Edukasi

Tiga Masalah Pengembangan PAUD di Daerah

Kamis, 13 September 2012 | 16:52 WIB

SLEMAN, KOMPAS.com - Meski masih berlokasi di Pulau Jawa, Sleman masih menghadapi sejumlah persoalan mendasar dalam pengembangan pendidikan anak usia dini (PAUD) di daerahnya. Masalah-masalah seperti kurangnya fasilitas belajar, rendahnya kualitas guru serta kompensasi untuk para guru masih dialami.

"Permasalahan-permasalahan tersebut merupakan kendala tersendiri, padahal pendidikan anak usia dini (PAUD) sangatlah penting, karena PAUD merupakan pondasi pengembangan kualitas anak di masa mendatang," kata Asisten Sekda Kabupaten Sleman Bidang Pembangunan Suyamsih, pada Temu Anak Sleman dalam rangka Hari Anak Nasional, Kamis (13/9/2012).

Menurutnya, pemda memahami strategisnya pendidikan usia dini untuk membentuk generasi yang cerdas. Suyamsih mengatakan 50 persen kapasitas kecerdasan saat dewasa dibentuk saat seseorang berusia empat tahun. Tentu saja, dibentuk melalui suasana yang nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak untuk belajar dari pengalaman sehari-hari.

"Setelah itu terjadi perkembangan jaringan otak yang pesat mencapai 80 persen letika anak usia delapan tahun dan mencapai puncaknya pada usia l8 tahun. Momen tersebut tidak dapat diulang, karena setelah itu meskipun dilakukan perbaikan nitrisi tidak akan berpengaruh pada perkembangan kognitifnya," tambahnya.

Pentingnya PAUD dinilai menjadi tanggung jawab bersama dari pihak pemerintah, masyarakat, institusi PAUD dan orangtua untuk menanggulangi kendala-kendala yang ada. Dengan demikian, terbentuk generasi muda yang berbudi luhur, sopan santun, memiliki daya kreasi, pandai dan nasionalis.


Editor : Caroline Damanik
Sumber: