Sabtu, 22 November 2014

News / Edukasi

Penambahan Paket Soal UN Tak Berimbas pada Kualitas

Selasa, 18 September 2012 | 21:47 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Lody Paat, mengatakan, rencana pemerintah menambah jumlah paket soal pada ujian nasional (UN) 2013 tidak akan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan.

Menurut dia, selama sistem evaluasi masih dilakukan melalu UN, praktik kecurangan masih akan terjadi.

"Penambahan paket soal tak ada urusan dengan peningkatan kualitas. Dengan testing semacam ini, tetap akan ada kecurangan. Itu mengapa kami mendorong supaya UN dihapus," kata Lody kepada Kompas.com, Selasa (18/9/2012), di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Jakarta.

Ia menambahkan, pemerintah juga dinilainya tidak membekali kebijakan tersebut dengan penelitian.

Penambahan paket soal dalam UN dinilainya condong pada kecurigaan pemerintah terkait pelaksanaan UN yang jujur dan kredibel.

"Apa dasar berpikir sampai ditambah paket soalnya? Itu sudah curiga dan asumsinya sudah keliru. Padahal, pendidikan itu tak boleh berlandaskan pada kecurigaan," ungkap pengamat yang tergabung dalam Koalisi Pendidikan itu.

Seperti diberitakan, pemerintah akan menambah jumlah paket soal dalam UN 2013. Jika tahun sebelumnya disediakan lima paket soal, tahun depan jumlahnya menjadi 20 paket soal.

Alasannya adalah menjaga dan meningkatkan kredibilitas UN. Penambahan jumlah paket soal itu akan mempersempit tindak kecurangan semua pihak yang terkait, baik itu siswa maupun oknum guru atau pengawas terkait. Secara umum, jumlah siswa peserta UN di setiap kelasnya mencapai 20 siswa. Dengan jumlah tersebut berarti tak akan ada siswa yang mengerjakan soal sama di setiap kelas.


Penulis: Indra Akuntono
Editor : Benny N Joewono