Rabu, 30 Juli 2014

News / Edukasi

Penambahan Jam Sekolah karena Perubahan Sosial

Rabu, 19 September 2012 | 12:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh menyampaikan, rencana pihaknya untuk menambah jam belajar di sekolah dilandaskan pada perlunya memproteksi para siswa dari lingkungan negatif di luar sekolah. Nuh beralasan nilai sosial yang berubah sehingga menuntut adanya perubahan di dunia pendidikan.

"Alasannya jelas karena ada perubahan sosial. Daripada lebih banyak di luar sekolah dan tercemar hal negatif, lebih baik kita perpanjang waktu di sekolahnya," kata Nuh seusai membuka Indonesian Science Festival (ISF), di Senayan, Jakarta, Rabu (19/9/2012).

Diakui Nuh, berdasarkan hasil kaji ulang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), efektivitas pembelajaran di sekolah masih sangat kurang, meskipun di lain sisi Pendidikan Menengah Universal (PMU) telah mulai dilaksanakan di pertangahan tahun ini.

"Sekarang ini, berapa lama anak anak-anak ada di sekolah, enam sampai delapan jam. Tapi untuk apa kalau efektivitasnya belum memuaskan, maka kita tambah waktu di sekolahnya," pungkas Nuh.

Untuk diketahui, rencana pemerintah untuk menambah waktu anak-anak di sekolah menuai berbagai tanggapan.

Kebijakan menambah jam di sekolah ini berlaku untuk semua siswa di jenjang pendidikan dasar sampai pendidikan menengah.
Saat ini, rencana itu masih terus dimatangkan oleh Kemdikbud selaras dengan pematangan kurikulum nasional yang baru dan akan mulai berlaku di tahun ajaran 2013-2014.


Penulis: Indra Akuntono
Editor : Kistyarini