Jumat, 18 April 2014

News /

Pantai Gading Tutup Perbatasan

Minggu, 23 September 2012 | 02:43 WIB

Baca juga

ABIJAN, JUMAT - Pemerintah Pantai Gading, Jumat (21/9), memutuskan menutup pintu perbatasan dengan negara tetangganya, Ghana, setelah serangkaian serangan lintas perbatasan menewaskan sedikitnya 10 orang dalam dua hari terakhir.

Menteri Dalam Negeri Pantai Gading Hamed Bakayoko mengatakan, keputusan penutupan perbatasan itu dilakukan setelah pihaknya menengarai serangan-serangan tersebut dipersiapkan dari Ghana. ”Perbatasan darat, laut, dan udara ditutup sampai pemberitahuan selanjutnya. (Serangan) ini dirancang, diperintahkan, dan dilakukan dari wilayah Ghana, dan pihak berwenang di Ghana mengetahui siapa orang-orang itu,” ungkap Bakayoko.

Dua serangan itu terjadi di kota pusat perekonomian Abijan, Kamis malam; dan di kota Noe, yang merupakan pintu perbatasan dengan Ghana, Jumat.

Suara senjata api mulai terdengar di Noe sekitar pukul 03.00, saat sekelompok orang mencoba menyerang barak tentara Pantai Gading di kota tersebut. ”Ada percobaan serangan terhadap tentara yang ditugaskan di perbatasan. Serangan terjadi di Noe dan sasarannya adalah barak-barak tentara. Serangan itu dapat ditangkis,” tulis Ketua Parlemen Pantai Gading Guillaume Soro di Twitter.

Menurut salah seorang perwira militer negara di Afrika Barat itu, tujuh penyerang tewas dalam pertempuran yang berlangsung selama satu setengah jam. Menurut saksi mata, penyerang berusaha merebut pos perbatasan, tetapi gagal setelah bala bantuan tentara datang.

Serangan di Noe itu terjadi hanya beberapa jam setelah sekelompok penyerang lain berusaha merampas senjata di dua pos polisi dan satu pos gendarmeri di Distrik Port Bouet dan Vridi di dekat Bandara Internasional Abijan. Menurut Menteri Pertahanan Paul Koffi, tiga orang tewas dalam serangan tersebut, termasuk seorang tentara yang sedang lewat dekat lokasi serangan.

Pendukung Gbagbo

Ini adalah serangan pertama bulan ini, setelah bulan lalu terjadi sedikitnya tujuh serangan terhadap pos-pos aparat Pantai Gading. Pemerintah Pantai Gading menuduh pendukung mantan Presiden Laurent Gbagbo berada di balik serangan-serangan ini.

Gbagbo kalah dalam pemilihan presiden akhir 2010, tetapi enggan meninggalkan jabatannya. Hal itu memicu perang saudara di Pantai Gading, yang menewaskan lebih dari 3.000 orang.

Ia kemudian ditangkap dan menunggu diadili di Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) di Den Haag. (Reuters/AP/DHF)


Editor :