Senin, 21 April 2014

News / Edukasi

Tawuran Berulang, Ospek Bakal Dilarang

Selasa, 25 September 2012 | 15:14 WIB

Baca juga

DEPOK, KOMPAS.com Kembali berulangnya aksi tawuran pelajar antara SMUN 70 dan SMAN 6 di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan, pada kemarin siang mendorong Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidang Pendidikan Musliar Kasim untuk mengambil langkah konkret. Musliar mengatakan, kementerian akan memberikan instruksi kepada sekolah untuk menghentikan kegiatan ospek atau masa orientasi siswa (MOS) di tahun ajaran baru untuk meminimalkan doktrinasi senior kepada yunior.

"Saya sudah bilang perbuatan itu tidak ada gunanya, apalagi mencoreng dunia pendidikan. Kami akan buat edaran untuk tidak lagi mengadakan ospek dalam penerimaan siswa baru," katanya saat memberi sambutan di acara pembukaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina 2012, Selasa (25/9/2012) di Balairung UI Depok, Jawa Barat.

Semua pihak, lanjutnya, harus bertanggung jawab memutus mata rantai tawuran. Namun menurutnya, tak ada yang salah dengan sistem pendidikan di Indonesia pada saat ini.

"Ini bukan salah dalam sistem pendidikan Indonesia. Saya yakin semua, guru, orangtua, dan siswa, menginginkan yang terbaik. Kita juga berharap pihak kepolisian segera menyelesaikan ini semua," tuturnya.

Musliar berharap generasi muda sebaiknya aktif dalam mengembangkan ilmu pengetahuan daripada melakukan kegiatan yang tidak berguna, lalu menularkannya kepada teman-teman sekolahnya. Dia mendorong generasi muda untuk mengupayakan kegiatan yang positif dengan berfokus pada pengembangan sikap dan moral pribadi.

"Moral dan sikap menjadi hal yang sangat penting bagi seorang siswa dan generasi muda. Jauhilah tindakan-tindakan yang hanya akan merugikan masa depan Anda," pesannya di hadapan ribuan peserta OSN 2012.


Berita terkait peristiwa ini dapat diikuti dalam topik "Tawuran SMA 70 dan SMA 6"


Penulis: Ali Sobri
Editor : Caroline Damanik