Tawuran SMA 6 Vs SMA 70 Menahun, Ada Apa? - Kompas.com

Tawuran SMA 6 Vs SMA 70 Menahun, Ada Apa?

Kompas.com - 26/09/2012, 09:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Peristiwa tawuran antara pelajar SMA Negeri 6 dan SMA Negeri 70, Jakarta, kerap kali terjadi. Usianya sudah menahun. Banyak spekulasi berkembang seputar "terpeliharanya" aksi kekerasan antarpelajar dua sekolah ini. Mulai dari "dendam" yang sengaja dipelihara turun-temurun, hingga desas-desus aksi ini ditunggangi oknum dengan motif bisnis. Ada yang menyebutkan bahwa lahan salah satu sekolah tengah diincar untuk kepentingan bisnis. Terjadinya tawuran antara dua sekolah yang berdekatan itu membuka peluang salah satu sekolah direlokasi. Benarkah?

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto enggan berspekulasi mengenai penyebab tawuran antara SMA 6 dan SMA 70 yang tak pernah berakhir.

"Semuanya itu kita serahkan saja ke kepolisian, biar polisi saja yang mengusut," kata Taufik, di Jakarta, Selasa (25/9/2012).

Ia menekankan, wacana relokasi sekolah bukanlah solusi utama oleh Dinas Pendidikan DKI untuk menangani permasalahan ini.

"Relokasi ini bukan menjadi acuan utama. Mau direlokasi ke mana? Toh nanti kalau direlokasi masih di Jakarta juga, nanti pasti ketemu lagi, kalau memang masih ingin berantem," ujarnya.

Sementara itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Komisi E DKI Jakarta, Ditian Porisa, menilai wajar jika berembus berbagai spekulasi.

"Kita kan hanya bisa mengira-ngira. Kalau kita melihat lokasi sekolah yang berada di wilayah komersial Jakarta Selatan, bisa jadi kejadian tersebut memang bukan merupakan tawuran murni. Namun, semua itu biarlah saja menjadi tugas polisi untuk melakukan pengusutan," ujar Ditian.

Sementara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, yang menjadi fokus utama saat ini adalah bagaimana merekonsiliasi kedua belah pihak sekolah.

"Sekarang yang penting rekonsiliasi kedua sekolah yang melibatkan semua pemangku kepentingan," ujarnya.

Tetapi, kali ini peristiwa tawuran antar-pelajar dua sekolah, Senin (24/9/2012), telah merenggut nyawa seorang siswa SMA Negeri 6. Alawy Yusianto Putra (15), siswa kelas X SMA Negeri 6, tewas setelah terkena sabetan celurit dari siswa SMA Negeri 70. Saat itu, Alawy dan teman-temannya tengah berkumpul seusai sekolah dan mendadak diserang oleh segerombolan siswa SMA Negeri 70 yang membawa senjata tajam.

Terkait peristiwa ini, tim gabungan Polres Metro Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya akhirnya menetapkan FR sebagai tersangka utama dalam kasus pembacokan Alawy. FR yang merupakan siswa kelas XII SMAN 70 Jakarta itu hingga kini masih diburu aparat kepolisian.

Berita terkait peristiwa ini dapat diikuti dalam topik "Tawuran SMA 70 dan SMA 6"


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorInggried Dwi Wedhaswary
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

    Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

    Megapolitan
    Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal  Win Long BH 2998

    Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal Win Long BH 2998

    Regional
    Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

    Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

    Regional
    'Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres'

    "Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres"

    Nasional
    India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

    India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

    Internasional
    Indonesia Mini di 'Kampus Toleransi' Salatiga

    Indonesia Mini di "Kampus Toleransi" Salatiga

    Regional
    Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

    Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

    Regional
    Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

    Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

    Megapolitan
    Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

    Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

    Internasional
    Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

    Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

    Regional
    Gelar 'Gala Dinner' di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

    Gelar "Gala Dinner" di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

    Megapolitan
    Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

    Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

    Regional
    Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

    Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

    Regional
    Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

    Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

    Regional
    Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

    Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

    Regional
    Close Ads X