Sabtu, 20 Desember 2014

News / Megapolitan

Tawuran Jadi Tradisi, Peran Alumni Dipertanyakan

Selasa, 2 Oktober 2012 | 00:02 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 15 pelajar SMA Negeri 70 Jakarta telah selesai menjalani pemeriksaan di Markas Polres Metro Jakarta Selatan. Kepada penyidik, mereka menyatakan bahwa tawuran antara sekolahnya dan SMA Negeri 6 sudah menjadi tradisi dan ada batas wilayah yang sudah dipahami bersama sejak dulu.

Mendapat jawaban tersebut, penyidik kemudian mengembangkan pertanyaan seputar kemungkinan keterlibatan alumni. Pasalnya, pemahaman negatif tersebut diduga terjadi lantaran adanya bentuk penanaman tradisi kepada siswa-siswa baru. "Tadi ditanyai juga soal peran alumni (oleh penyidik)," kata Ketua Tim Advokasi dari Komite SMA Negeri 70 Suhendra Asido Hutabarat di Mapolrestro Jaksel, Senin (1/10/2012) malam.

Ia menjelaskan, ke-15 pelajar itu ditanya kapan mereka mengetahui batas-batas wilayah dan musuh yang sudah menjadi tradisi. Namun, menurut Suhendra, semua pelajar tersebut mengaku tidak tahu secara persis kapan awalnya mereka mendapatkan pemahaman negatif itu. "Ketika ditanyakna itu mereka tidak bisa jawab pasti. Mereka tahunya dari seniornya," kata Suhendra.

Meski demikian, ia menyadari bahwa pengaruh alumni dalam penanaman tradisi negatif menjadi unsur yang harus dikikis dari dunia pendidikan, baik di level SMA maupun perguruan tinggi. Ia menambahkan, pemeriksaan terhadap siswa SMAN 70 yang terlibat tawuran itu belum selesai. Kemungkinan akan ada tujuh pelajar lain yang akan dipanggil untuk dimintai keterangannya besok.

"Materi pertanyaan tadi, antara lain bagaimana tawuran itu terjadi, di mana posisi mereka, siapa saja yang gunakan alat, apa mereka melihat Fitra, apa melihat korban," kata Suhendra.

Terhadap pertanyaan tersebut, ke-15 pelajar mengaku tidak memerhatikan keberadaan Fitra maupun korban tewas Alawy Yusianto Putra, siswa SMA Negeri 6. Mereka juga mengaku tidak membantu menyediakan alat tawuran berupa arit untuk Fitra. Fitra kini menjadi tersangka dalam pembacokan Alawy.

Berita lain terkait tawuran pelajar di Jakarta dapat diikuti di topik: Tawuran Berdarah.


Penulis: Imanuel More
Editor : Laksono Hari W