Jumat, 19 Desember 2014

News / Regional

Kedapatan Mesum, Dua Guru Diarak Warga

Rabu, 3 Oktober 2012 | 14:10 WIB

MEDAN, KOMPAS.com — Kedapatan berbuat mesum di dalam rumah, dua guru yang mengajar di dua sekolah dasar negeri berbeda di Kota Medan diarak massa. Warga yang tak senang kampungnya dikotori perbuatan pelaku meminta agar keduanya yang tertangkap basah tersebut segera dinikahkan.

Wajah korps "pahlawan tanpa tanda jasa" itu tercoreng dengan perbuatan pelaku berinisial L dan Rz. Warga menggerebek rumah ibu guru L yang berada di Jalan Batu Putih, Rabu (3/10/2012) pagi. Penggerebekan bermula ketika seorang warga curiga melihat kedatangan seorang laki-laki mengendarai Toyota Kijang Innova BK 1585 KS ke rumah L sekitar pukul 01.00 WIB, tadi malam. Lelaki itu belakangan diketahui berinisial Rz, guru SDN di kawasan Jalan HM Yamin, sedangkan pemilik rumah, L, merupakan guru olahraga di SDN Petisah.

Adi, salah seorang warga, mengatakan, L diketahui berstatus janda dan baru dua bulan ditinggal mati suaminya, sedangkan Rz dikabarkan sudah memiliki dua istri. Adi menjelaskan, kedekatan L dan Rz sudah lama dicurigai warga. Namun, baru kali ini keduanya dipastikan berbuat mesum dan tertangkap basah.

Setelah memastikan pasangan ini melakukan zina, warga pun menggerebek rumah L. Pasangan ini tak bisa mengelak. Mereka kemudian diarak ke Kantor Lurah Pahlawan, Medan Perjuangan, tak jauh dari lokasi. Di kantor kelurahan, warga mengusulkan agar keduanya dinikahkan. Setelah itu, pasangan ini kemudian diarak kembali ke rumah L.

Selanjutnya, perwakilan warga berencana membawa pasangan ini ke Kantor KUA Medan Perjuangan di Jalan Sehati. Mereka menumpangi mobil Rz dikawal beberapa warga yang mengendarai sepeda motor. Namun, setelah ditunggu di Kantor KUA Medan Perjuangan, pasangan mesum ini tak kunjung datang.


Penulis: Kontributor Medan, Mei Leandha
Editor : Farid Assifa