Canberra Luncurkan Website untuk Indonesia - Kompas.com

Canberra Luncurkan Website untuk Indonesia

L Sastra Wijaya
Kompas.com - 07/10/2012, 08:38 WIB

CANBERRA, KOMPAS.com - Sebuah website yang menampung kepingan pemikiran para peneliti, akademisi dan praktisi yang tertarik studi tentang Indonesia dari seluruh dunia diluncurkan di Canberra (Australia).

Menurut Ratih Maria Dhewi , mahasiswa tingkat doktoral di Universitas Canberra, selaku penggagas website ini menyebutkan bahwa website ini secara berkelanjutan akan mempublikasikan kepingan pemikiran para peneliti, akademisi, dan praktisi dalam catatan kontribusi berbentuk opini berstandar penulisan karya ilmiah.

"Saya menyadari bahwa setiap pemikiran yang konstruktif selalu memiliki arti. Oleh karena itu situs ini dipersembahkan untuk memberikan kontribusi pemikiran kepada bangsa Indonesia yang kita cintai bersama," kata Ratih yang juga Wakil Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia kepada koresponden Kompas di Australia, L. Sastra Wijaya hari Minggu (7/10/2012).

Sejak diluncurkan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia dan Vanuatu, Primo Alui Joelianto, 25 September lalu, situs ini telah menerima puluhan artikel dari berbagai kalangan peneliti mulai dari Guru Besar Institut Pertanian Bogor Profesor Sjafri Mangkupawira dan Profesor Musa Hubeis, Gede Arya Wiryana pemerhati masalah ketenagakerjaan Indonesia, hingga peneliti kelautan dari Universitas Gajah Mada, I Made Andi Arsana yang karyanya telah dipublikasikan dibanyak jurnal internasional.

Adapun tema-tema yang dipublikasikan dalam situs puzzleminds.com - sharing ideas for Indonesia ini juga mencakup beragam topik seperti pendidikan, agribisnis, hukum, kedokteran, kelautan, pertanian, ketenagakerjaan, humanisme hingga teknologi informasi. 

Salah satu tema yang dipublikasikan mengenai peluang wisata antariksa bagi Pemerintah Indonesia dan peran Pemerintah Indonesia dalam hukum antariksa modern.

"Kami berusaha mencakup semua bidang keilmuan yang ada, sehingga mampu mengakomodasi semua pemikiran dari berbagai kalangan," kata Ratih yang juga salah satu penulis buku komunikasi  berjudul Komunikasi Professional-Perangkat Pengembangan diri, terbitan IPB Press tahun 2012.

Menurut Ratih, latar belakang dari pendirian website ini, karena banyaknya peneliti-peneliti Indonesia yang sedang belajar di universitas diluar negeri, diseluruh dunia, yang ingin berkontribusi pemikiran untuk Indonesia, tetapi tidak memiliki wadah untuk mempublikasikan karya-karyanya yang dapat diakses dengan mudah oleh seluruh masyarakat.   

Sebagai contoh, di Australia saja, ada sekitar 18 ribu mahasiswa, dan diantaranya sedang melakukan kajian riset tentang Indonesia.

"Harapan saya kedepan, semoga puzzleminds ini menjadi beranda bagi berkumpulnya kepingan pemikiran untuk Indonesia, yang secara berkelanjutan memberikan pemikiran konstruktif dan kritis optimis bagi kemajuan tanah air yang kita cintai." kata Ratih.

Pembeda situs ini dengan jurnal ilmiah adalah puzzleminds membatasi panjang naskah hanya 700 hingga 1.000 kata, dan menggunakan bahasa yang lebih mudah dipahami ketimbang jurnal ilmiah, serta mudah di akses sehingga jangkauan inspirasinya lebih luas menyeluruh, dan mudah dibagikan melalui berbagai media sosial. 

PenulisL Sastra Wijaya
EditorRobert Adhi Ksp
Komentar

Terkini Lainnya