Jumat, 25 April 2014

News / Megapolitan

Pagi Tawuran di Jatinegara, Siang di Pancoran

Kamis, 11 Oktober 2012 | 21:56 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com - Tawuran antarpelajar yang terjadi di Pancoran, Jakarta Selatan, siang tadi merupakan rangkaian aksi kekerasan yang dilakukan sejak tadi pagi. Tawuran yang melibatkan siswa SMK Bakti Cawang, Jakarta Timur, itu sudah lebih dulu terjadi di Jatinegara pada hari yang sama.

Hal itu dikatakan oleh Jalal Muhammad Akbar (15), pelajar SMK Bakti Cawang, Jakarta Timur. Jalal menjadi korban dalam tawuran di Pancoran dan sempat dirawat di Rumah Sakit Tria Dipa karena luka bacok yang dialaminya.

Jalal menuturkan bahwa sekitar pukul 13.30 WIB, ia bersama sembilan temannya hendak pergi ke rumahnya di Jalan Pancoran Barat, belakang kompleks AURI Pancoran. "Sebelum ke rumah, saya dan teman-teman, bersepuluh, mampir ke warung di dekat Patung Pancoran untuk beli minuman," kata siswa kelas X SMK Bakti itu didampingi ibunya, Yoyoh (41), di RS Tria Dipa, Kamis.

Saat hendak menyeberang jalan, dari arah belakang mereka muncul rombongan pelajar lain, yakni siswa-siswa SMK 29 atau STM Penerbangan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Menurut Jalal, jumlah kelompok tersebut mencapai puluhan orang dan beberapa di antaranya membawa celurit dan bambu. "Saya enggak kenal satu pun, tapi mereka pada teriak, 'Penerbangan'," kata Jalal.

Diserang tanpa persiapan dan lantaran kalah jumlah, Jalal dan rekan-rekannya memilih menghindar dan lari menyelamatkan diri. Sialnya, tangan Jalal sempat ditangkap salah seorang lawan. Ia pun sempat menjadi bulan-bulan gebukan pelajar SMK 29 hingga terjatuh ke tanah. "Lalu, kayak ada benda tajam kena ke saya," tutur Jalal yang mengenakan jaket hitam.

Jalal mengalami luka di bagian kepala dan punggung akibat sabetan senjata tajam. Ia kemudian ditolong warga dan dilarikan ke Unit Gawat Darurat RS Tria Dipa. Ia tidak sendiri, rekannya bernama Rizky Alfian (16), pelajar kelas XI SMK Bakti, juga ikut dilarikan ke RS Tria Dipa. Jalal mengatakan, Rizky berada dalam rombongannya. Namun, ia tidak sempat menyaksikan bagaimana kakak kelasnya itu dianiaya lawan.

"Saya enggak tahu Rizki kena di mana. Yang saya tahu, Rizki enggak lama dibawa ke ruang UGD rumah sakit. Dia luka-luka di lengan, perut, punggung," kata Jalal.

Hingga petang ini, kondisi terakhir Rizki masih belum diketahui. Menurut keterangan Sunaryo, satpam Graha Nugra, salah seorang korban luka diboncengkan oleh warga dengan sepeda motor dan diantar ke RS Tria Dipa. "Warga yang lain kejar anak-anak itu dengan pentungan sehingga mereka bubar dan lari ke arah Tebet," kata Sunaryo.

Jalal keluar dari ruang UGD dengan kepala yang dililit perban dan dua luka di bagian punggung. Bersama ibunya, ia diantar petugas ke Mapolsek Metro Pancoran untuk dimintai keterangan.

Sementara itu, tiga siswa STM Penerbangan yang ditangkap petugas kepolisian ditahan di Mapolsektro Tebet. Mereka adalah F (16) MR (17) dan AS (15). Saat ini mereka telah dibawa ke Mapolrestro Jakarta Selatan untuk menjalani pemeriksaan.

Jalal mengaku bahwa, sebelum tawuran dengan pelajar SMK Negeri 29 itu, siswa-siswa SMK Bakti Cawang juga terlibat dalam tawuran dengan SMK Negeri 71 Cawang di dekat Mapolres Jaktim sekitar pukul 07.30. Namun, Jalal menegaskan bahwa kelompoknya tak terlibat dalam tawuran pagi tadi.


Penulis: Imanuel More
Editor : Laksono Hari W