Jumat, 18 April 2014

News / Edukasi

Mengapa Kita Harus Bersikap Santun?

Minggu, 4 November 2012 | 08:34 WIB

Baca juga

Oleh: Pratiwi Ambarwati

KOMPAS.com -
Minta izin dulu kepada Dita jika kamu ingin meminjam barang miliknya,” kata Bu Guru ketika melihat Tika memakai pensil teman sebangkunya, Dita. Meminta izin adalah bagian dari sikap santun. Masih banyak sopan santun yang sebaiknya kita ketahui jika ingin disenangi teman dan orangtua.

Sopan bisa diartikan hormat dan melakukan semua hal baik. Sedangkan kata santun adalah tindakan yang halus, sopan, sabar, dan tenang. Jadi, sopan santun itu perilaku, tindakan, atau ucapan yang baik dan hormat kepada orang lain.

Orang lain itu adalah orangtua dan orang yang lebih tua, seperti kakak, guru, bahkan pembantu di rumah. Kepada adik dan orang yang lebih muda pun kita harus berperilaku sopan.

Tidak sulit berperilaku baik dan hormat, cukup dengan tiga kata kunci, yaitu maaf, tolong, dan terima kasih. Dengan membiasakan diri berperilaku sopan dan santun, kehadiran kita akan diterima dan disukai semua orang. Setiap saat kita harus tetap menjaga sopan santun saat bertemu dan berkomunikasi, entah itu di rumah, di sekolah, dan di tempat umum.

Apakah teman-teman sudah berpamitan, mencium tangan orangtua, dan mengucapkan salam ketika keluar rumah? Semua itu wajib dilakukan jika kita hormat dan sayang kepada kedua orangtua.

Bagaimana jika berbeda pendapat atau tidak suka akan sesuatu? Tentu saja boleh mengutarakan ketidaksukaan dengan cara sopan dan hormat, tidak berteriak, apalagi berkata kasar, bahkan sampai membanting sesuatu. Begitu juga sikap kita terhadap orang yang lebih tua, seperti paman, bibi, kakak, bahkan pembantu.

Saat makan juga ada, lo, sopan santunnya. Setelah mencuci tangan, duduk dengan rapi tidak menyender, menyilakan orang yang lebih tua untuk mengambil makanan. Oh, ya, sebelum makan jangan lupa memanjatkan doa.

Sejak di taman kanak-kanak kita sudah dilatih hormat kepada guru dan mengucapkan salam ketika bertemu. Di dalam kelas, kita menghormati guru dan kawan sekelas dengan tidak mengobrol terus. Jangan lupa meminta izin bila ingin bertanya atau ke kamar kecil.

Menjaga kebersihan kelas, datang ke sekolah tepat waktu, dan mengerjakan semua tugas adalah bagian dari sopan santun di sekolah. Engkau akan dibilang anak baik bila bisa selalu ramah, siap menolong teman yang kesusahan, bersahabat dengan semua teman tanpa pilih-pilih.

 Jangan membiasakan diri hanya memanggil nama kepada orang yang lebih tua. Jangan lupa gunakan kata bapak, ibu, mas, kakak, dan sebagainya.

Bagaimana jika berada di tempat umum, seperti rumah ibadah, rumah sakit, taman rekreasi, perpustakaan, juga kendaraan umum, seperti bus dan angkot? Di sana, kita bersikap tenang tidak mengganggu orang yang sedang beribadah, membuang sampah pada tempatnya, mengantre dengan tertib, dan jika di kendaraan umum, memberi tempat duduk kepada ibu hamil dan orang lanjut usia.

Kata anak-anak

Satrioaji Wicaksono, Kelas III SDN 09 Pagi, Tanjung Barat, Jakarta
Menurutku, kita harus berlaku sopan santun kepada orangtua, guru, dan teman-teman. Contohnya, mencium tangan orangtua jika berangkat sekolah. Kalau dinasihati harus menurut dan tidak boleh marah-marah. Aku akan menyapa jika bertemu guru di sekolah, berteman baik dengan semua teman, dan tidak boleh nakal kalau bermain bersama.

Tazkia Maharani, Kelas IV SD Tunas Muda IKKT, Slipi, Jakarta
Kita harus berlaku sopan santun kepada orangtua dan guru. Ketika mau pergi, kita harus pamit kepada orangtua sambil mencium tangan. Kalau dengan guru harus mengucap salam, misalnya assalamualaikum atau selamat pagi. Sopan santun itu membuat kita dan orang lain senang.

Eartha Annafi Rasjiddin, Kelas I SMPN 243, Cipinang, Jakarta
Kita wajib sopan kepada semua orang, terutama orangtua, kakek dan nenek, saudara, guru, dan teman-teman. Setiap mau berangkat sekolah, kita minta doa kepada orangtua dan kakek-nenek supaya menjadi anak pintar. Kalau bertemu guru harus mengucap salam, bahkan kepada tetangga juga harus sopan.

Lula Allyfia Syaukani, Kelas III SD Kertapawitan, Cengkareng, Jakarta
Kepada semua orang, aku harus sopan, misalnya sama orangtua, nenek, juga teman-teman. Aku tahu jika sopan dan baik hati, mereka semua senang denganku. Aku juga harus menuruti nasihat orangtua. Sebelum berangkat sekolah, aku tidak pernah lupa mencium tangan orangtua dan nenekku.


Pratiwi Ambarwati, Penulis Lepas, Tinggal di Depok, Jawa Barat


Editor : Caroline Damanik
Sumber: