Kamis, 31 Juli 2014

News / Edukasi

PAUD Pantas Mendapat Perhatian Lebih

Selasa, 6 November 2012 | 23:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembahasan peran lingkungan rumah, masyarakat dan sekolah untuk pendidikan anak usia dini (PAUD) masih berlangsung. Para pakar dan pembuat kebijakan yang berkumpul di Jakarta sejak Senin (5/11/2012) malam lalu dalam Konferensi Internasional PAUD sepakat, PAUD di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik pantas mendapat perhatian lebih.

Para pakar berpendapat, pendidikan usia dini sangat penting, seperti halnya peran keluarga, masyarakat dan sekolah memastikan bahwa anak-anak pra-sekolah dan sekolah dasar memiliki landasan yang kokoh untuk belajar seumur hidup.

"Anak-anak yang mendapat pendidikan pada usia dini cenderung memperlihatkan perkembangan fisik, sosio-emosional dan kognitif jauh lebih baik daripada anak-anak yang tidak mendapat layanan tersebut,” kata Stefan Koeberle, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia di Jakarta, Senin (5/11/2012) malam.

Stefan menyimpulkan, dengan meningkatkan akses terhadap PAUD, generasi-generasi penerus Indonesia akan lebih berhasil di sekolah dan dapat meraih taraf hidup yang lebih berkualitas.      

Tahun pertama belajar


Mae Chu Chang, Ahli Pendidikan Utama, Bank Dunia untuk Indonesia menyatakan, secara global maupun di negara-negara Asia dan Pasifik, kelompok yang paling rentan tidak naik kelas dan putus sekolah adalah anak-anak pada tahun-tahun pertama sekolah dasar.

Sejak tahun 2007, dengan dukungan Pemerintah Kerajaan Belanda dan Bank Dunia, Pemerintah Indonesia telah meningkatkan akses pada layanan Pendidikan dan Pengembangan Anak Usia Dini (PPAUD) bagi masyarakat berpenghasilan rendah, guna memperkuat kapasitas para murid ketika mulai sekolah. Di desa-desa yang menerima manfaat proyek ini, anak-anak menunjukkan kemampuan berbahasa dan perkembangan kognitif yang lebih baik, serta angka pendaftaran yang terus meningkat.

“Riset menunjukkan bahwa investasi pendidikan pada anak usia dini dapat menghasilkan manfaat yang lebih baik dibandikan dengan investasi pada tingkat usia lainnya. Praktisi, pembuat kebijakan dan para ahli harus bekerjasama untuk memperkuat agenda PAUD guna meraih hasil yang lebih baik,” jelasnya.

Untuk itu, konferensi ini digelar untuk memberi perhatian lebih pada PAUD. Dengan menggabungkan sekitar 250 pakar dan pengurus PAUD se-Asia Pasifik. Konferensi akan berlangsung sampai tanggal 7 November dan diselenggarakan bersama oleh Bank Dunia, Jaringan Regional Asia Pasifik untuk Anak Usia Dini (ARNEC), Koalisi Nasional untuk Pengasuhan dan PAUD Indonesia, serta Pemerintah Kerajaan Belanda dan Uni Eropa.

Kegiatan ini pun mengupayakan anggotanya untuk mendorong belajar dan berkembang anak usia dini secara holistik, menurut koordinator ARNEC Junko Miyahara kegiatan ini juga berupaya meningkatkan partisipasi anak pada pendidikan. Pembahasan masing-masing regional tentang bagaimana PAUD dapat turut berperan dalam agenda pengembangan sumber daya manusia pada 2015 nanti.

“Hasil-hasil konferensi ini akan membuka jalan bagi Forum Kebijakan Menteri tingkat tinggi yang akan diselenggarakan pada bulan Juni 2013 di Seoul, Korea. Kita memiliki kesempatan untuk mencapai kemajuan dalam agenda ini,” katanya.


Penulis: Ali Sobri
Editor : Caroline Damanik