Minggu, 31 Agustus 2014

News / Edukasi

Kurikulum Baru, Sains Jadi Penggerak Mata Pelajaran Lain

Senin, 12 November 2012 | 14:04 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Menanggapi isu yang berkembang bahwa sains tidak akan diajarkan di tingkat Sekolah Dasar (SD) menyusul perombakan kurikulum, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim, menegaskan bahwa tidak akan ada penghapusan sains untuk tingkat SD.

"Tidak ada yang dihilangkan. Justru sains ini sebagai penggerak mata pelajaran lain," kata Musliar kepada Kompas.com, Senin (12/11/2012).

Ia membenarkan bahwa sains memang tidak akan berdiri sendiri sebagai satu mata pelajaran untuk jenjang SD melainkan akan diintegrasikan dengan mata pelajaran wajib seperti bahasa Indonesia atau bahkan Seni Budaya serta Pendidikan Jasmani dan Kesehatan.

Ia menjelaskan selama ini pelajaran bahasa Indonesia mempelajari tentang membuat kalimat dengan benar. Dengan diintegrasikan oleh ilmu lain, anak-anak dapat mengaplikasikan kalimat-kalimat tersebut sebagai suatu cerita utuh tentang proses yang terjadi di alam misalnya.

"Ini tentu akan menyenangkan dan anak-anak tidak terbebani. Anak-anak tingkat ini diajak untuk lebih mengenal manusia dan lingkungannya dulu," jelas Musliar.

"Jadi sekali lagi, sains bukan dihilangkan tapi diintegrasikan dengan yang lain," imbuhnya.

Sementara untuk tingkat SMP dan SMA, sains akan berdiri menjadi satu mata pelajaran sendiri yaitu Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). "Dari segi mata pelajaran untuk jenjang setelah SD, sudah bisa berdiri sendiri," tandasnya.

 


Penulis: Riana Afifah
Editor : Caroline Damanik