Selasa, 16 September 2014

News / Edukasi

Pendidikan Pramuka Diupayakan Masuk Kurikulum Diknas

Senin, 19 November 2012 | 01:42 WIB

Terkait

JAMBI, KOMPAS.com — Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Windu Nurhayati mengatakan, pihaknya tengah mengupayakan pendidikan pramuka masuk pada kurikulum pendidikan nasional.

"Pendidikan pramuka lebih mengedepankan nilai-nilai dan karakter. Saya kira perlu kita sambut baik jika pendidikan pramuka masuk dalam kurikulum pendidikan nasional," ujarnya kepada wartawan seusai membuka Perkemahan Pramuka Penegak dan Pendega Putri Tingkat Nasional (Perkempinas) di Bumi Perkemahan Sungaigelam, Kabupaten Muarojambi, Jambi, Minggu (18/11/2012).

Ia berharap mulai tahun ajaran 2013, pendidikan pramuka sudah menjadi pelajaran wajib di tiap sekolah. Menurut Windu, rencana pendidikan pramuka masuk pada kurikulum pendidikan nasional masih dalam tataran konsep.

"Kamis pekan lalu, sebanyak 125 ahli pendidikan di bawah pimpinan Wakil Presiden Boediono melakukan pemaparan konsep kurikulum untuk menjadikan pramuka sebagai pelajaran wajib di sekolah-sekolah," katanya.

Menurut dia, pendidikan pramuka telah terbukti dapat dijadikan sebagai landasan pembangunan karakter sekaligus pilar penting dalam pendidikan nasional. Diharapkan, pendekatan ilmu pengetahuan dan budaya dapat berjalan secara sinergi.

"Saat ini kami juga tengah melakukan uji publik, termasuk juga dengan upaya mulai dari penyiapan buku, guru, serta sarana dan prasarana di sekolah," ujarnya lagi.

Karakter bebas dan bermain serta sapaan kakak terhadap semuanya pada lingkungan pendidikan pramuka dinilai tidak akan menjadi masalah dan bisa disesuaikan dengan pendidikan di sekolah.

"Dengan pendidikan pramuka, hubungan antara murid dan guru lebih bertambah akrab seperti teman sehingga bisa menghilangkan kesan semua tindakan guru harus ditiru," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Azrul Azwar mengatakan, perlu adanya penyusunan konsep secara bersama.

"Jika ingin mendapat pendidikan pramuka, para murid seharusnya terlebih dahulu harus masuk menjadi gugus depan," ujarnya.

Gubernur Jambi Hasan Basri Agus mengaku siap apabila pendidikan pramuka akan diterapkan pada kurikulum pendidikan nasional.

Kesiapan juga dinyatakan oleh beberapa orang ketua kwartir gerakan pramuka daerah (Kwarda), di antaranya Prof Budi Prayitno (Ketua Kwarda Provinsi Jawa Tengah), Sulastro Suwarno (Ketua Harian Kwarda Sumatera Selatan), dan Haviz Husaini (Wakil Ketua Kwarda Provinsi Jambi). Mereka menyambut baik rencana tersebut.

"Kita sangat menyambut baik rencana pemerintah tersebut karena pendidikan pramuka mengandung nilai-nilai seni dan budaya, serta dapat membentuk mental yang andal," kata Budi Prayitno.

Ia yakin, jika pendidikan pramuka menjadi pelajaran wajib di sekolah, maka hal itu akan melahirkan generasi muda dan pemimpin yang memiliki mental lebih baik sehingga dapat menekan tindak korupsi.


Editor : Benny N Joewono
Sumber: