Selasa, 29 Juli 2014

News / Edukasi

Angkatan Pertama SM3T Siap Jadi Guru Masa Depan

Rabu, 21 November 2012 | 22:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Program Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T) untuk angkatan pertama akhirnya rampung. Sekitar 2.479 alumni SM3T ini siap mengikuti program Pendidikan Profesi Guru Terpadu (PPG-T) yang digelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemdikbud, Supriadi Rustad, mengatakan bahwa alumni SM3T disiapkan untuk menjadi guru masa depan dengan sistem perekrutan terpadu. Mereka menjadi bagian dari program Maju Bersama Mencerdaskan Bangsa (MBMI) yang bertujuan mempercepat pembangunan pendidikan di daerah terdepan, terluar dan tertinggal dengan ditugaskan di provinsi dan daerah-daerah yang sudah ditentukan selama 6-12 bulan.

"Dengan ini kami sosialisasikan kepada masyarakat bahwa inilah para alumni SM3T. Dimana mereka mengikuti program ini adalah dalam rangka pelatihan sebelum menjadi guru," katanya di Hotel Prasada Mansion, Jakarta Selatan, Rabu (21/11/2012).

Dalam uraiannya, Supriadi mengharapkan semangat para pendidik muda ini dalam memajukan pendidikan di daerah-daerah pelosok nusantara ditularkan ke angkatan selanjutnya. Dengan transfer semangat yang lebih baik kepada angkatan selanjutnya yang lebih banyak dari segi jumlah, Supriadi optimistis, kekurangan guru bisa teratasi dan pemerataan pendidikan dapat segera tercapai.

"Lulusan SM3T angkatan pertama ini ada sekitar 2.400-an guru, dan mereka semua sudah ditarik kembali, dan akan digantikan oleh angkatan selanjutnya yaitu sekitar 2.700 sarjana pendidik. Pada angkatan pertama jumlah kabupatennya ada 17. Sekarang semakin meluas yaitu 34 kabupaten," katanya.

Tak hanya mengajar

Para pendidik muda ini, nantinya bukan sekadar mengajar di kelas. Mereka juga akan mendidik dan memikirkan fasilitas dan informasi pendidikan apa yang dibutuhkan bagi siswa di daerah tugas SM3T.

"Guru masa depan ini lebih luas dari mengajar, selain mengajar, mereka juga menjemput siswa yang tidak hadir sekolah, berkoordinasi dengan dinas terkait soal fasilitas dan bahkan berkoordinasi dengan pemerintah setempat," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, para peserta program SM3T adalah sarjana pendidikan yang telah mengikuti tes secara nasional terlebih dahulu. Tes dilakukan secara daring tanpa dipungut biaya. Menurut Supriadi, program ini merupakan bentuk pengabdian yang juga merupakan bagian dari komponen profesi guru.

Selain berperan sebagai tenaga pendidik, para sarjana pendidikan juga diberdayakan untuk memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Penulis: Ali Sobri
Editor : Caroline Damanik