Senin, 22 September 2014

News / Edukasi

Bantuan Pendidikan

2013, Penerima Beasiswa Bidik Misi Menjadi 150.000 Orang

Sabtu, 24 November 2012 | 15:34 WIB

MINAHASA, KOMPAS.com -- Jumlah penerima Beasiswa Pendidikan untuk Mahasiswa Miskin (Bidik Misi) akan ditingkatkan dari 92.000 mahasiswa penerima menjadi 150.000 mahasiswa pada 2013. Penambahan jumlah penerima beasiswa ini agar semakin banyak mahasiswa miskin yang bisa berkuliah di perguruan tinggi negeri.

"Sasaran lebih jauh, agar jeratan kemiskinan bisa diputus melalui pendidikan," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh saat berdialog dengan mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi di Universitas Negeri Manado, Minahasa, Sulawesi Utara, Sabtu (24/11/2012).

Menurut Mendikbud, saat diluncurkan pada 2010, jumlah penerima beasiswa Bidik Misi baru 20.000 orang. Masing-masing mahasiswa menerima Rp 400.000 untuk biaya kuliah dan Rp 600.000 per bulan untuk biaya hidup.

"Beasiswa Bidik Misi meliputi biaya hidup agar mahasiswa tidak putus pendidikannya di tengah jalan," kata Nuh.

Setelah dievaluasi dan hasilnya bagus, kata Nuh, tahun 2011 jumlah penerima diperbanyak menjadi 30.000 mahasiswa. Saat ini sekitar 90.000 mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi. Tahun 2013 ditargetkan menjadi 150.000 mahasiswa.

Karena khawatir beasiswa untuk mahasiswa miskin ini dihapus, kata Nuh, kewajiban memberi kesempatan bagi calon mahasiswa miskin masuk perguruan tinggi negeri (PTN) diatur dalam peraturan pemerintah. Kini dikuatkan lagi dalam Undang-Undang Pendidikan Tinggi, sehingga beasiswa ini bisa terus berlangsung.

"Beasiswa ini tidak bisa dihapus, karena jika ingin dihapus harus berhadapan dengan pemerintah dan DPR," kata Nuh.

Rektor Universitas Negeri Manado Phioteus EA Tuerah mengatakan, sekitar 1.600 penerima beasiswa di PTN yang dipimpinnya, sebagian besar berprestasi bagus, sehingga jumlah penerima diusulkan untuk ditambah.


Penulis: Tri Harijono
Editor : Nasru Alam Aziz