Raih Masa Depan Sukses dengan Kembangkan Pengalaman - Kompas.com

Raih Masa Depan Sukses dengan Kembangkan Pengalaman

Riana Afifah
Kompas.com - 25/11/2012, 18:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pendidikan merupakan kunci utama kemajuan bangsa. Namun selama ini yang muncul adalah paradigma pendidikan formal jauh lebih diakui dan menjadi sesuatu yang penting untuk menjamin masa depan. Padahal pendidikan formal saja tidak akan cukup tanpa dibarengi pengalaman yang memadai.

Aktivis dan penyanyi, Melanie Subono, mengatakan bahwa pendidikan formal tidak menjamin masa depan seseorang akan sukses tanpa diikuti dengan usaha keras dan pengalaman yang cukup untuk terjun di dunia kerja. Hal ini terbukti dengan banyaknya sarjana yang akhirnya menganggur.

"Coba deh sekarang lihat di bagian lowongan pekerjaan, banyak yang memasukkan syarat pengalaman dua sampai tiga tahun untuk bidang tertentu. Ijazah penting tapi biasanya akan lebih dilihat pengalamannya," kata Melanie saat WE GO di @america Pacific Place, Jakarta, Sabtu (24/11/2012).

"Akibatnya sekarang banyak orang ke sana kemari nenteng ijazah tapi tidak dapat pekerjaan satu pun karena tidak punya pengalaman," ungkap Melanie.

Putri sulung promotor Adri Subono ini juga mengatakan bahwa belajar secara formal memang sebaiknya dilakukan. Namun bukan berarti menutup diri dan tidak bergaul hanya untuk memperoleh nilai yang maksimal. Pasalnya, dari pergaulan yang dilakukan semasa muda akan membuka peluang untuk masa depan.

"Tapi bergaulnya tetap positif ya. Ini akan membantu untuk punya link dan rekomendasi tentang diri sehingga memudahkan kita untuk masa depan," ungkap Melanie.

Ia menambahkan bahwa profesi apapun yang dijalani dengan sepenuh hati akan menghasilkan sesuatu yang memuaskan. Untuk itu, ia mendorong agar anak muda Indonesia tidak takut mengikuti kata hati dan mampu membuktikan bahwa profesi apapun dapat menjamin masa depan selama ditekuni dan dijalani dengan sepenuh hati.

"Buktikan pada orangtua kita bahwa jadi musisi atau apa saja juga bagus. Tidak hanya terbatas jadi dokter, arsitek atau pengacara saja," tandasnya.

PenulisRiana Afifah
EditorKistyarini
Komentar
Close Ads X