Di Mana Bahasa Daerah dalam Kurikulum Baru? - Kompas.com

Di Mana Bahasa Daerah dalam Kurikulum Baru?

Kompas.com - 03/12/2012, 12:23 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Uji publik pengembangan kurikulum 2013 yang dilakukan di Yogyakarta pada Sabtu (1/12/2012) lalu memunculkan pertanyaan di mana letak bahasa daerah dalam mata pelajaran untuk anak-anak sekolah dasar (SD)? Hal ini mengingat mata pelajaran wajib hanya terdiri dari Agama, PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, Penjaskes dan Seni Budaya.

Salah seorang guru dari SD Muhammadiyah Banguntapan, Heriyanto, mengatakan, untuk jenjang pendidikan dasar di Yogyakarta, masih ada mata pelajaran bahasa Jawa yang wajib diketahui oleh siswa. Pasalnya, adanya mata pelajaran ini juga merupakan cara untuk melestarikan budaya yang ada.

"Kami di daerah ada pelajaran bahasa daerah. Ini mau ditaruh di mana? Padahal, ini penting karena berkaitan dengan pelestarian budaya," kata Heri saat Uji Publik Pengembangan Kurikulum 2013 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Yogyakarta, Sabtu (1/12/2012).

Ia juga mengungkapkan bahwa siswa-siswanya saat ini lebih fasih berkomunikasi dengan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris, sementara perlahan bahasa Jawa yang merupakan bahasa daerah di Yogyakarta menjadi hilang dan hanya digunakan oleh orang-orang tua.

Menanggapi hal ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan bahwa kurikulum yang diujikan ini adalah desain minimum sehingga sekolah masih dapat mengembangkan dan menambahkan mata pelajaran yang dianggap perlu sebagai salah satu muatan lokal.

"Itu di dalam mulok kan ada seni budaya. Bahasa daerah bisa dimasukkan ke situ. Jadi, sekolah boleh menambah di situ," ujar Nuh.

Ia mengaku setuju bahwa bahasa daerah merupakan kekayaan budaya yang harus dilestarikan agar tidak hilang tergerus zaman. Untuk itu, bagi daerah-daerah yang memang memiliki bahasa daerah sebagai mata pelajaran, terbuka untuk memasukkannya dalam komponen mata pelajaran seni budaya yang merupakan bagian dari muatan lokal.

"Silakan saja untuk bahasa daerah. Sekolah bisa tambah lagi selama masih sesuai," tandasnya.

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorCaroline Damanik
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

    Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

    Megapolitan
    Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal  Win Long BH 2998

    Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal Win Long BH 2998

    Regional
    Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

    Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

    Regional
    'Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres'

    "Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres"

    Nasional
    India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

    India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

    Internasional
    Indonesia Mini di 'Kampus Toleransi' Salatiga

    Indonesia Mini di "Kampus Toleransi" Salatiga

    Regional
    Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

    Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

    Regional
    Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

    Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

    Megapolitan
    Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

    Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

    Internasional
    Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

    Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

    Regional
    Gelar 'Gala Dinner' di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

    Gelar "Gala Dinner" di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

    Megapolitan
    Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

    Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

    Regional
    Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

    Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

    Regional
    Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

    Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

    Regional
    Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

    Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

    Regional
    Close Ads X