Senin, 24 November 2014

News / Edukasi

Kurikulum 2013 Ditunda Saja Dulu!

Rabu, 19 Desember 2012 | 16:36 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com Penerapan kurikulum baru yang akan dilakukan pada pertengahan 2013 terus ditentang banyak elemen masyarakat. Sebagian besar berharap agar pemerintah melakukan uji coba terlebih dahulu daripada terburu mengimplementasikan kurikulum baru ini.

Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Golkar, Ferdiansyah, mengatakan bahwa implementasi langsung dengan waktu yang singkat ini dikhawatirkan berdampak tidak baik. Meski diberlakukan bertahap pada kelas tertentu untuk tahun pertama pelaksanaan, tidak ada jaminan bahwa kurikulum baru akan berjalan lancar.

"Ini takutnya amburadul saat di lapangan. Lebih baik ditunda dulu daripada bernasib sama seperti KTSP," kata Ferdiansyah, di Jakarta, Rabu (19/12/2012).

Ia pun memberi usul agar pemerintah melakukan uji coba minimal selama tiga tahun. Namun, jika berharap pelaksanaan kurikulum baru dapat optimal, uji coba harus dalam waktu yang lebih lama, yaitu selama enam tahun. Pasalnya, jika dipaksakan, dampaknya ada pada anak didik ke depan.

Sementara itu, pakar pendidikan Darmaningtyas mengatakan bahwa penerapan kurikulum baru sebaiknya ditahan hingga 2015 mendatang. Untuk 2013, ada baiknya pemerintah mempertimbangkjan untuk melakukan uji coba agar guru dan siswa tidak kaget.

"Kalau saya sebenarnya setuju dilakukan uji coba dulu. Uji publik saja tidak cukup. Jadi jangan langsung implementasi," ujar Darmaningtyas.

Beberapa waktu lalu, salah seorang guru dari Sugar Group Lampung, Mierza Miranti, juga mengungkapkan hal senada. Menurut dia, uji coba terhadap kurikulum baru akan jauh lebih efektif daripada hanya mengandalkan uji publik dan pelatihan guru melalui seminar tanpa ada uji coba.

"Efek dari seminar, training, atau workshop bagi guru itu hanya 20 persen. Akan efektif kalau uji coba. Contohnya orang belajar sepeda, ia akan lebih cepat bisa jika praktik, kan, bukan dengan sekadar ikut workshop naik sepeda," ungkap Mierza.

 


Penulis: Riana Afifah
Editor : Caroline Damanik