Selasa, 2 September 2014

News / Edukasi

Undip: Jalur Mandiri Tak Lagi Mahal

Jumat, 28 Desember 2012 | 21:22 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Universitas Diponegoro Semarang menyatakan masyarakat tidak perlu khawatir lagi penerimaan mahasiswa jalur mandiri akan memakan biaya besar dibandingkan dengan jalur masuk lainnya.

"Tidak perlu khawatir, tahun depan semua program studi sarjana diterapkan sistem uang kuliah tunggal, dan untuk seluruh jalur penerimaan mahasiswa baru," kata Rektor Undip Prof Sudharto P Hadi di Semarang, Jumat (28/12/2012).

Hal itu diungkapkannya di sela diskusi "Refleksi Akhir Tahun 2012, Potret dan Prospek 2013" yang diprakarsai Undip, seraya mengungkapkan biaya kuliah mahasiswa untuk seluruh jalur penerimaan ditetapkan sama rata, termasuk penerimaan jalur mandiri.

Menurut Sudharto, Undip pada tahun ajaran mendatang akan menjaring mahasiswa melalui tiga jalur, yakni jalur undangan sebesar 50 persen, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) sebesar 30 persen, sementara sisanya dijaring lewat jalur mandiri.

Meski demikian, kata dia, tidak ada pembedaan biaya untuk masing-masing jalur, sebab berbagai komponen pembiayaan, seperti sumbangan pembinaan pendidikan (SPP), sumbangan pengembangan institusi (SPI) akan dilebur dan dibagi merata tiap semester.

"Dengan penerapan sistem uang kuliah tunggal, biaya kuliah setiap semester ditetapkan sama. Namun, tetap disesuaikan dengan fakultas atau program studi karena kebutuhannya berbeda," kata Rektor yang juga dikenal sebagai pakar ilmu lingkungan itu.

Ia mengatakan penerapan sistem uang kuliah tunggal itu disertai penambahan subsidi pemerintah untuk meringankan beban biaya yang harus dibayar mahasiswa sehingga tidak perlu khawatir biaya kuliah akan membengkak.

Sebagai contoh Fakultas Kedokteran, kata dia, jika dihitung kebutuhan setidaknya mahasiswa harus mengeluarkan biaya kuliah rata-rata Rp 50 juta/semester, tetapi karena disubsidi oleh pemerintah mahasiswa hanya membayar sekitar Rp 19 juta/semester.

Penerapan sistem uang kuliah tunggal, diakuinya memang akan mengganggu arus kas (cash flow) pada awal-awal semester karena biasanya sebagian besar dana untuk kebutuhan perkuliahan sudah terkumpul, sementara dengan tarif tunggal baru terkumpul mula semester pertengahan.

"Tetapi, bagi Undip tidak menjadi masalah. Kami akan menyiasati kebutuhan pendanaan itu dengan mengoptimalkan riset, kerja sama internasional, dan pascasarjana yang tak terkena kebijakan tarif tunggal. Kami dukung sistem ini (tarif tunggal, red.). Apalagi sudah jadi kesepakatan," kata Sudharto.


Editor : Benny N Joewono
Sumber: