RSBI dan SBI Jadi Sekolah Biasa - Kompas.com

RSBI dan SBI Jadi Sekolah Biasa

Aditya Revianur
Kompas.com - 08/01/2013, 18:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengabulan gugatan tentang status Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) dan Sekolah Berstandar Internasional (SBI) oleh Mahkamah Konstitusi (MK) mengharuskan pemerintah untuk segera mencabut status-status tersebut dari sekolah-sekolah yang sudah mengenakannya. Segala mekanisme dan pembiayaan terkait RSBI juga harus dibatalkan.

Juru Bicara Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar, mengatakan, RSBI yang sudah ada kembali menjadi sekolah biasa. Segala bentuk biaya tambahan terkait RSBI juga harus dibatalkan.

"RSBI yang sudah ada kembali menjadi sekolah biasa. Pungutan yang sebelumnya ada di SBI juga harus dibatalkan," tuturnya saat berbincang di ruang pers MK, Jakarta, Selasa (8/1/2012)

Keberadaan status RSBI dan SBI, lanjutnya, dan pembiayaan yang mahal merupakan bentuk ketidakadilan terhadap hak untuk memperoleh pendidikan yang setara. Menurut Akil, ini bertentangan dengan konstitusi.

"Hanya siswa dari keluarga kaya atau mampu yang mendapatkan kesempatan sekolah di RSBI atau SBI yang merupakan sekolah kaya atau elit. Sedangkan siswa dari keluarga sederhana atau tidak mampu hanya memiliki kesempatan diterima di sekolah umum (sekolah miskin)," kata Akil.

Siang ini, MK mengabulkan permohonan uji materi Pasal 50 ayat 3 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas). Dengan dikabulkannya uji materi tersebut, RSBI dan SBI resmi dibubarkan oleh MK.

Dalam pembacaan amar putusan, Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD mengatakan Pasal 50 ayat (3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat.

Tak mau ketinggalan informasi seputar pendidikan dan beasiswa? Yuk follow Twitter @KompasEdu!

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisAditya Revianur
    EditorCaroline Damanik
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Berita Dunia Terpopuler, mulai Tank Mesir hingga Korea Utara

    Berita Dunia Terpopuler, mulai Tank Mesir hingga Korea Utara

    Internasional
    Rasa Syukur dan Ragam Kesenian di Lebaran Betawi yang Dimulai Hari Ini

    Rasa Syukur dan Ragam Kesenian di Lebaran Betawi yang Dimulai Hari Ini

    Megapolitan
    Syarief Hasan: Dapat Dipastikan Ke Depan, Demokrat-Gerindra Akan Selalu Bersama

    Syarief Hasan: Dapat Dipastikan Ke Depan, Demokrat-Gerindra Akan Selalu Bersama

    Nasional
    Sean Gelael Akan Jalani Tes F1 Keduanya bersama Toro Rosso

    Sean Gelael Akan Jalani Tes F1 Keduanya bersama Toro Rosso

    Olahraga
    Istanbul Diguyur Hujan Es Sebesar Bola Golf, 10 Orang Luka

    Istanbul Diguyur Hujan Es Sebesar Bola Golf, 10 Orang Luka

    Internasional
    Wanita AS Peras ASI 10 Jam Sehari untuk Menyumbang Bayi Prematur

    Wanita AS Peras ASI 10 Jam Sehari untuk Menyumbang Bayi Prematur

    Internasional
    Diduga Tarik Pungli, Kepala SMAN 27 Bandung Diamankan

    Diduga Tarik Pungli, Kepala SMAN 27 Bandung Diamankan

    Regional
    Pertamina Arden Berupaya Raih Hasil Positif di Hungaroring

    Pertamina Arden Berupaya Raih Hasil Positif di Hungaroring

    Olahraga
    Terpopuler Kompas.com: Ricko Bobotoh Meninggal, Sumbangan Ahok, dan Cerita Novel Baswedan

    Terpopuler Kompas.com: Ricko Bobotoh Meninggal, Sumbangan Ahok, dan Cerita Novel Baswedan

    Nasional
    Berita Populer Jakarta: Sumbangan dari Ahok hingga Pengendara Motor Ninja Lolos Razia di JLNT Casablanca

    Berita Populer Jakarta: Sumbangan dari Ahok hingga Pengendara Motor Ninja Lolos Razia di JLNT Casablanca

    Megapolitan
    Partai Demokrat Belum Pasti Ajukan Agus Yudhoyono untuk Pilpres 2019

    Partai Demokrat Belum Pasti Ajukan Agus Yudhoyono untuk Pilpres 2019

    Nasional
    Boko Haram Serang Tim Eksplorasi Minyak, 50 Tewas

    Boko Haram Serang Tim Eksplorasi Minyak, 50 Tewas

    Internasional
    Apa yang Dilakukan Agus Yudhoyono dalam Pertemuan SBY-Prabowo?

    Apa yang Dilakukan Agus Yudhoyono dalam Pertemuan SBY-Prabowo?

    Nasional
    Penataan Kolong Tol Dekat Kalijodo Ditargetkan Rampung Awal Oktober

    Penataan Kolong Tol Dekat Kalijodo Ditargetkan Rampung Awal Oktober

    Megapolitan
    Mengapa JLNT Antasari Tidak Diterobos Pengendara Motor?

    Mengapa JLNT Antasari Tidak Diterobos Pengendara Motor?

    Megapolitan
    Close Ads X