Senin, 22 Desember 2014

News / Edukasi

Dinas Pendidikan Gresik Siap Awali Kurikulum 2013

Senin, 21 Januari 2013 | 04:56 WIB

GRESIK, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Jawa Timur, siap mengawali penerapan kurikulum 2013 di wilayah tersebut. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, M Nadlif, Minggu mengatakan, dalam rangka mengawali penerapan itu, pihaknya akan melakukan pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi guru mulai Februari 2013.

"Jumlah total guru swasta dan negeri di Kabupaten Gresik mencapai sekitar empat ribuan, dan sudah saya agendakan mulai menggelar diklat tentang kurikulum baru itu mulai Februari 2013, sehingga mereka akan paham mengenai kurikulum baru," kata M Nadlif, Minggu (20/1/2013).

Dikatakannya, Kabupaten Gresik optimis bisa menerapkan sejak awal kurikulum baru, dan melaksanakan secara bertahap dengan diawali kelas 1 hingga 4 SD, kemudian disusul kelas 7 hingga 10 SMA.

Sebab, diakui Nadlif, penerapan kurikulum 2013 tidak sesulit kurikulum sebelumnya, karena guru dan murid akan mendapatkan buku panduan secara gratis dari pemerintah pusat.

"Kalau kurikulum sebelumnya, guru diwajibkan membuat silabus, namun untuk yang baru hanya tinggal menerapkan saja, tanpa merancang silabus dan pola pembelajaran, sehingga efektivitas pembelajaran lebih maksimal," katanya.

Sebelumnya, Mendikbud Mohammad Nuh, dalam sosialisasinya kepada ratusan guru di Kabupaten Gresik, Sabtu (19/1/2013) menegaskan, pemberlakukan Kurikulum 2013 akan dilakukan secara penuh di seluruh Indonesia pada tahun ajaran 2014, dan pada tahun 2013 hanya ditargetkan 30 persen.

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan apabila ada daerah yang bisa menerapkan secara 100 persen pada tahun 2013, maka pihaknya siap mendukung secara penuh.

"Saya yakin kalau Gresik pasti bisa, sebab penerapan 30 persen itu sifatnya minimal, hal ini karena melihat faktor sumber daya manusia di sejumlah daerah yang terbatas. Namun pada 2014 sudah harus berlaku total dan di seluruh Indonesia," katanya.

Sementara dalam acara sosialisasi di Gresik, setiap guru mengaku siap melaksanakan kurikulum baru, karena tidak membuat guru sibuk dengan membuat silabus dan pola pembelajaran.


Editor : Benny N Joewono
Sumber: