Bersekolah Dinilai Hanya untuk Mendapatkan Ijazah - Kompas.com

Bersekolah Dinilai Hanya untuk Mendapatkan Ijazah

Kompas.com - 21/01/2013, 11:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Perubahan Kurikulum 2013 tidak hanya butuh guru yang siap mengimplementasikan pembelajaran yang aktif dan inovatif di dalam ruang kelas. Guru juga mesti dipersiapkan untuk mengubah paradigma soal evaluasi pembelajaran yang tidak semata-mata untuk nilai atau lulus.

Terlebih lagi, perubahan Kurikulum 2013 yang menekankan pendidikan yang terintegrasi antara kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan, membutuhkan evaluasi yang tidak hanya didapat dengan mengadakan ujian, tetapi juga penilaian selama proses pembelajaran menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

"Tes ujian kelulusan, seperti ujian nasional atau UN, nampaknya kontraproduktif dengan pembelajaran yang diharapkan dengan adanya perubahan Kurikulum 2013. Dalam pendidikan kita, perlu ada perubahan paradigma soal evaluasi, baik di kalangan pemerintah, guru, siswa, hingga masyarakat," kata Elin Driana, praktisi pendidikan yang mendalami bidang riset dan evaluasi, di Jakarta, Senin (21/1/2013).

Menurut Elin, evaluasi di Indonesia, termasuk UN, selama ini berorientasi nilai. Sekolah dipandang untuk mencari nilai baik dan dapat ijazah.

"Esensi belajar atau pendidikan untuk mencari dan mengembangkan ilmu pengetahuan, untuk cinta belajar, belum muncul. Anak-anak kita belajar karena mau mengejar nilai, bukan karena cinta belajar. Perubahan Kurikulum 2013 harus mampu mengubah paradigma itu," kata Elin.

Evaluasi untuk sekadar lulus, karta Elin, justru mulai ditinggalkan. Ia mencontohkan Shanghai yang meninggalkan evaluasi untuk kelulusan seperti UN, terutama untuk pendidikan dasar.

Dengan perubahan tersebut, Shanghai melesat maju dalam peningkatan hasil pendidikan dalam bidang matematika, sains, dan membaca dari beberapa evaluasi internasioanal seperti TIMMS, PISA, maupun PIRLS.

"Apalagi ujian pilihan ganda sangat terbatas untuk mengetahui kondisi siswa yang sesungguhnya. Memang sudah saatnya, pemerintah perlu mengevaluasi kebijakan UN meskipun soal UN sendiri sebenarnya pemerintah sudah membangkang keputusan pengadilan," kata Elin.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, ada kemungkinan UN dievaluasi. Namun, pemerintah belum membahas hal tersebut saat ini.

"Bisa saja nanti UN dievaluasi. Tetapi, UN memang masih dibutuhkan," kata Nuh. Dalam perubahan Kurikulum 2013, pemerintah memang merencanakan perubahan UN, tetapi pada soal waktu pelaksanaan.

Di SMA dan SMK, UN dimajukan ke kelas XI. Di SMA bertujuan supaya di tingkat akhir siswa bisa fokus untuk ujian masuk perguruan tinggi, sedangkan di SMK agar siswa bisa memperdalam praktik kerja industri untuk mematangkan sikap dan keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia kerja.

Guru Besar Matematika Institut Teknologi Bandung, Iwan Pranoto, mengatakan, pelaksanaan UN tidak relevan lagi untuk kelulusan, memotivasi belajar, dan untuk membentuk sikap kompetensi siswa.

Evaluasi UN semestinya dikembalikan untuk pemetaan, untuk memastikan siswa memenuhi kompetensi abad 21.   

 

 


EditorTjahja Gunawan Diredja
Komentar

Terkini Lainnya

Dilarang Melintas di Tol Jakarta-Cikampek, Truk DIkhawatirkan Lintasi Jalan Kalimalang

Dilarang Melintas di Tol Jakarta-Cikampek, Truk DIkhawatirkan Lintasi Jalan Kalimalang

Megapolitan
Jadi Wilayah Terluar, Kepulauan Riau Rawan terhadap Radikalisme dan Terorisme

Jadi Wilayah Terluar, Kepulauan Riau Rawan terhadap Radikalisme dan Terorisme

Regional
Dukung Anies Izinkan Becak, Wakil Ketua DPRD DKI Ini Punya 5 Becak

Dukung Anies Izinkan Becak, Wakil Ketua DPRD DKI Ini Punya 5 Becak

Megapolitan
Kisah Pilu TKW di Turki, Ditumpuk Seperti Kucing dan Disiksa hingga Tulang Iganya Patah

Kisah Pilu TKW di Turki, Ditumpuk Seperti Kucing dan Disiksa hingga Tulang Iganya Patah

Regional
Jual Diri ke Kaum Gay, Pria Ini Ditelanjangi lalu Dibuang di Jalan

Jual Diri ke Kaum Gay, Pria Ini Ditelanjangi lalu Dibuang di Jalan

Megapolitan
Menko Polhukam Gelar Rapat Soal Bantuan Indonesia untuk Negara Pasifik Selatan

Menko Polhukam Gelar Rapat Soal Bantuan Indonesia untuk Negara Pasifik Selatan

Nasional
Mediasi dengan KPU Belum Berhasil, PBB Siap Lawan di Sidang Adjudikasi

Mediasi dengan KPU Belum Berhasil, PBB Siap Lawan di Sidang Adjudikasi

Nasional
Kakek 61 Tahun Dilaporkan ke Polisi karena Cabuli 4 Bocah

Kakek 61 Tahun Dilaporkan ke Polisi karena Cabuli 4 Bocah

Regional
Menurut PKB, Ini Modal Jokowi untuk Naikkan Elektabilitas

Menurut PKB, Ini Modal Jokowi untuk Naikkan Elektabilitas

Nasional
M Taufik: Jadi Gubernur Pasti Banyak yang Laporin, Apalagi Banyak Belum Move On

M Taufik: Jadi Gubernur Pasti Banyak yang Laporin, Apalagi Banyak Belum Move On

Megapolitan
Maklumat Kapolda Kalbar: Pelaku Pembakaran Lahan Didenda Rp 10 Miliar

Maklumat Kapolda Kalbar: Pelaku Pembakaran Lahan Didenda Rp 10 Miliar

Regional
Terlibat Perselingkuhan, Wakil PM Australia Mengundurkan Diri

Terlibat Perselingkuhan, Wakil PM Australia Mengundurkan Diri

Internasional
Simpatisan Partai Republikan Dukung Penyebaran Senjata Api di AS

Simpatisan Partai Republikan Dukung Penyebaran Senjata Api di AS

Internasional
Perjalanan Daging Anjing di Medan, dari Pasar sampai Piring Makan (3)

Perjalanan Daging Anjing di Medan, dari Pasar sampai Piring Makan (3)

Regional
Hendak Menanduk Pemilik Mobil, Kambing Malah Tersangkut di Kemudi

Hendak Menanduk Pemilik Mobil, Kambing Malah Tersangkut di Kemudi

Internasional
Close Ads X