Minggu, 31 Agustus 2014

News / Edukasi

Tak Ada Kata Terlambat Belajar Bahasa Asing

Senin, 4 Februari 2013 | 12:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak yang mengeluh karena di usia yang tak lagi muda, kemampuan bahasa Inggris yang minim menghambat pengembangan akademis dan karier. Sementara, kebutuhan akan penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, bahkan untuk keperluan akademik.

Marketing Director English First (EF), Ignatius Untung, mengatakan bahwa bagi orang yang belum menguasai bahasa Inggris dengan baik tak pelu ragu untuk mulai belajar dari awal lagi. Hal ini berlaku untuk siapa saja termasuk bagi orang-orang yang usianya sudah lebih dari 20 tahun.

"Tidak ada kata terlambat untuk belajar bahasa. Contohnya saja saya baru mulai memperdalam bahasa Inggris saat umur saya 29 tahun," kata Untung saat jumpa pers Program Go Make History di Senayan City, Jakarta, Selasa (29/1/2013).

Ia menceritakan bahwa awalnya dirinya merasa bahwa bahasa Inggris tidak akan menjadi suatu kebutuhan utama di masa depan sehingga tiap mengikuti kursus bahasa Inggris tidak pernah bertahan lama. Namun saat masuk dunia kerja, karirnya sempat tak berkembang karena kemampuan bahasa Inggris yang rendah.

"Dari situ saya mulai terpacu untuk belajar lagi. Sama sekali tidak terlambat karena kita sendiri tidak tahu akan sampai kapan di dunia. Jadi belajar selagi bisa. Efeknya berguna untuk masa depan," jelas Untung.

Untuk itu, ia menyayangkan adanya wacana yang sempat bergulir mengenai penghapusan mata pelajaran bahasa Inggris di Sekolah Dasar (SD) Negeri dengan alasan akan merusak nasionalisme dan membuat kemampuan bahasa Indonesia anak menurun. Pasalnya, belajar bahasa Inggris sejak dini ini efeknya baik untuk masa depan.

"Bahasa tidak ada hubungannya dengan nasionalisme. Misalnya, orang India saat ini fasih berbahasa Inggris tapi rasa nasionalismenya tetap tinggi," jelas Untung.

"Kalau dibilang karena bahasa Inggris lalu anak-anak tidak menguasai bahasa Indonesia. Jangan salahkan bahasa Inggrisnya. Tapi dilihat dulu akar permasalahannya. Semestinya untuk bisa bahasa Inggris anak memang harus mempunyai bahasa Indonesia yang baik dan benar," tandasnya.

 


Penulis: Riana Afifah
Editor : Caroline Damanik