Sabtu, 20 Desember 2014

News / Edukasi

Jumlah Sekolah Daftar SNMPTN Meningkat

Jumat, 8 Februari 2013 | 19:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah sekolah yang melakukan pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau yang memasukkan data siswa ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa di laman SNMPTN meningkat hingga dua kali lipat.

"Jumlah sekolah yang mendaftar SNMPTN hingga hari ini mencapai 14.464. Lebih banyak dibandingkan tahun lalu yang hanya 7.900 sekolah," kata Sekretaris Panitia Pelaksana SNMPTN 2013 Prof Rochmat Wahabujar di Jakarta, Jumat (8/2/2013).

Hari ini, Jumat, menjadi hari terakhir sekolah untuk memasukkan data ke PDSS setelah dibuka sejak 17 Desember. Peningkatan tersebut, sambung Rochmat, sangat berkaitan dengan sosialisasi yang melibatkan perguruan tinggi yang ada di wilayah tersebut.

"Panitia bersama yang ada di setiap wilayah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah mengenai tata cara pendaftaran SNMPTN," katanya.

Misalnya saja di Maluku Utara, maka yang bertanggung jawab untuk melakukan sosialisasi adalah Universitas Khairun. "Akibat gencarnya sosialisasi tersebut, jumlah sekolah yang mendaftar di Maluku Utara mencapai 44 sekolah. Padahal tahun lalu hanya delapan anak yang masuk SNMPTN," kata dia lagi.

Begitu juga di DI Yogyakarta, jumlah sekolah yang mendaftar meningkat 50 persen. Tahun lalu, jumlah sekolah yang mendaftar SNMPTN di Yogyakarta hanya 180, pada tahun ini meningkat menjadi 299.

Panitia juga memberi tambahan waktu hingga 11 Februari kepada sekolah yang sudah memasukkan data ke PDSS untuk melengkapi data-data siswa.

SNMPTN adalah pola seleksi nasional berdasarkan penjaringan prestasi akademik dengan menggunakan nilai rapor dan prestasi-prestasi lainnya. Seleksi ini tidak menggunakan tes tertulis melainkan diseleksi langsung oleh perguruan tinggi yang bersangkutan.

Sebanyak 61 PTN mengikuti program SNMPTN dengan jumlah kuota sekitar 160.000 kursi. Penerimaan masuk PTN dibagi menjadi tiga seleksi yakni SNMPTN dengan porsi minimal 50 persen, kemudian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dengan porsi minimal 30 persen, dan sisanya melalui ujian mandiri.


Editor : Benny N Joewono
Sumber: