Selasa, 2 September 2014

News / Edukasi

Dicari, Guru Relawan ke Malaysia

Senin, 11 Februari 2013 | 15:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Anak-anak Indonesia yang mengalami buta huruf di Malaysia, yang jumlahnya sekitar 59.000 orang, membutuhkan layanan pendidikan.

Untuk itu, Pertamina Foundation menggagas pengiriman guru relawan untuk melayani anak-anak tenaga kerja indonesia (TKI) yang telantar pendidikannya di Negeri Jiran.

"Inilah yang menjadi target kami, mereka harus melek huruf agar memiliki masa depan," kata Ahmad Rizali, Direktur Pendidikan Pertamina Foundation di Jakarta, Selasa (5/2/2013).

Menurut Ahmad, program guru relawan tersebut dinamakan "guru-guru Sobat Bumi". Mereka terlibat dalam pemberantasan buta huruf anak-anak TKI di Malaysia yang memprihatinkan.

Sedikitnya 20 guru relawan akan dikirimkan ke titik-titik, di mana anak-anak buta huruf beradadi kawasan Sabah. "Mereka adalah para relawan guru dan tenaga pengajar. Karenanya, kami menyebut kegiatan ini dengan Program Guru Sobat Bumi',"  kata Ahmad.

Dijelaskan Ahmad, para Relawan 'Guru Sobat Bumi' akan tinggal di lokasi selama sembilan bulan hingga setahun, dengan target membantu masyarakat membentuk Kelompok Belajar di daerahnya masing-masing.  

Mereka akan menyelenggarakan pengajaran membaca anak usia sekolah, dan pembelajaran murid SD kelas I-III, sedikitnya 5.000 anak usia sekolah dan murid SD tersebut.

Pembukaan Relawan Guru Sobat Bumi,  lanjut Ahmad, akan dilakukan pada pertengahan Februari 2013. Adapun seleksi dari tim independen berlangsung hingga akhir Februari 2013.

Guru Sobat Bumi ini terbuka bagi umum, dan lebih diutamakan para Pertamina Foundation Scholars dan para alumninya.

"Kami juga membuka kesempatan bagi alumni pendidikan guru LPTK serta S1 lainnya. Yang penting semua calon harus memiliki jiwa pionir dan tahan uji. Kesempatan ini berlaku bagi pria dan wanita" kata Ahmad.

Para calon relawan yang dinyatakan lulus, sambung Ahmad, akan dibekali pelatihan dasar mengajar selama 16-24 jam dari tim trainer Ikatan Guru Indonesia (IGI) dan latihan survival dari TNI-AD pada akhir April 2013.

Selain itu, peserta juga akan mendapatkan ongkos pengurusan paspor dan semua urusan imigrasi, tiket pesawat PP, biaya hidup serta akomodasi selama 9 bulan hingga setahun.

Mereka yang berminat dapat menghubungi Muhammad Fathii di alamat email: muhammad_fathii@ymail.com dan Rida Hesti di alamat email: ridahestiratnasari@gmail.com.


Penulis: Ester Lince Napitupulu
Editor : Agus Mulyadi