Sabtu, 1 November 2014

News / Edukasi

500 Anggota Tim Dilibatkan Sosialisasi Kurikulum Baru

Sabtu, 16 Februari 2013 | 22:25 WIB

Terkait

SAMARINDA, KOMPAS.com - Sebanyak 500 orang yang tergabung dalam Tim Pengembangan Kurikulum baik dari Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) maupun dari kabupaten dan kota akan mengikuti sosialisasi penerapan kurikulum baru yang diuji coba pada Juli 2013.

Kepala Dinas Pendidikan Kaltim H Musyahrim di Samarinda, Sabtu, mengatakan sosialisasi tersebut direncanakan digelar pada akhir Februari 2013 yang dipusatkan di Samarinda.

"Setelah itu, pada Maret 2013 akan digelar workshop Tim Pengembang Kurikulum untuk memantapkan persiapan implementasi kurikulum 2013. Peserta yang akan dilibatkan dalam kegiatan ini sekitar 250 sampai 300 orang," kata Musyahrim, Sabtu (16/2/2013).

Selanjutnya, mulai Juli 2013 akan dilakukan pelatihan pembelajaran, penyusunan lembar kerja siswa dan penggunaan Information and Communication Technology (ICT) dalam pembelajaran kepada guru-guru inti.

Hal lain yang akan dilakukan adalah pembimbingan teknis melalui Kelompok Kerja Guru dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran tentang implementasi kurikulum 2013.

"Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 yang diterapkan hingga saat ini, setiap guru harus menyusun silabus atau pengembangan kurikulum dan rencana pelaksanaan pelajaran (RPP)," katanya.

Kegiatan menyusun perangkat pembelajaran ini dirasakan memberatkan guru karena tugas pokok guru selain merencanakan pembelajaran (menyusun silabus dan RPP), juga melaksanakan pembelajaran, menilai pembelajaran, dan membimbing siswa.

Sementara dalam Kurikulum 2013 direncanakan guru tidak perlu menyusun silabus, pasalnya silabus akan disusun oleh Pusat Kurikulum. Hal ini sama dengan ketika Kurikulum 1975 hingga KBK 2004. Silabus sudah disiapkan kementerian sehingga guru tinggal menyusun RPP.

"Kurikulum 2013 tentu akan meringankan guru karena tidak perlu menyusun silabus sendiri. Ini berarti guru akan bisa merencanakan kegiatan pembelajaran dalam RPP menjadi lebih baik," katanya.

Dalam kurikulum 2013 juga ada pengurangan jumlah mata pelajaran, tetapi terdapat penambahan jumlah jam belajar. Ini berarti kegiatan belajar siswa akan lebih banyak sehingga perlu dirancang bervariasi.

Terkait dengan itu, katanya, maka guru harus merancang lembar kerja siswa sesuai dengan kondisi setempat, yakni memperhatikan landasan sosiologi, berbasis sains, mengembangkan sikap ilmiah, dan kemampuan berfikir siswa.

Ditinjau dari sisi tersebut, maka kurikulum 2013 akan mendorong guru untuk meningkatkan kinerjanya, profesionalitas atau kompetensinya. "Untuk itu, perlu dilakukan pelatihan kepada guru, yakni bagaimana guru dapat melaksanakan kurikulum yang baru dengan baik dan benar," katanya.


Editor : Benny N Joewono
Sumber: