Senin, 22 Desember 2014

News / Edukasi

Lomba Iptek

Siswa di Daerah, Berpotensi Jago Sains

Minggu, 24 Februari 2013 | 23:07 WIB

 JAKARTA, KOMPAS.com  -  Olimpiade Sains Kuar (OSK) yang terbuka bagi semua siswa SD di seluruh Indonesia semakin diminati.

Anak-anak dari daerah terpencil pun tak ketinggalan ikut memeriakhan kompetisi OSK yang memasuki tahun ketujuh.

Tercatat sekitar 8.000 siswa SD dari daerah tertinggal yang dijangkau Gerakan Indonesia Mengajar mengikuti kompetisi sains tahunan bagi siswa SD yang diselenggarakan majalah komik sains Kuark.

Pada tahun ini, sebanyak 87.656 siswa SD dari seluruh Indonesia ambil bagian dalam OSK 2013.

Pelaksanaan OSK yang digagas Majalah Kuark, majalah komik sains untuk siswa SD, ini untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak Indonesia pada sains.

Penyelenggaraannya terbuka bagi semua siswa SD, baik yang berprestasi maupun yang biasa-biasa saja.

Peserta bisa diusulkan dari perwakilan sekolah maupun inisiatif pribadi. Siswa SD di berbagai daerah yang dibagi dalam tiga level, yakni Level I (kelas I-II), level 2 (kels III - IV), dan level 3 (kelas V-VI SD) ini mengerjakan soal-soal pilihan ganda teori sains.

Di sejumah sekolah juga menggelar acara yang meriah dengan menghadirkan percobaan sains yang asyik dan menyenangkan.

Weilin Han, Konsultan Kuark, di Jakarta, Minggu (25/2/2013) mengatakan semangat anak-anak Indonesia untuk memajukan sains dan teknologi di negeri ini perlu ditumbuhkan sejak dini.

"Anak di kota maupun daerah, sebenarnya punya semangat yang sama untuk mau belajar mencintai sains. Karena itu, apapun kreativitas anak, para guru dan orang tua perlu memberikan dukungan supaya anak bisa berimajinasi dan mau mengembangkan eksprimen sains yang menyenangkan," ujar Weilin.

Weilin menemukan, siswa SD di Kabupaten Blitar mampu menerangkan konsep kincir angin untuk menghasilkan energi secara benar.

Dengan imajinasi, anak-anak tersebut bisa membuat kincir angin dari sedotan dan sendok plastik. "Penguasaan konsep yang benar, bisa membuat anak melakukan eksprimen yang menarik," kata Weilin.

Yohanes Surya, Ilmuwan sekaligus Dewan Penasihat PT Kuark Internasional, dalam pembukaan OSK di SD Islam di Kota Blitar, membakar semangat siswa SD Blitar untuk meniru teladan Bapak Bangsa Bung Karno.

Di masa kini, seharusnya Blitar mampu melahirkan pahlawan bangsa dan ilmuwan-ilmuwan hebat di berbagai bidang.

"Sama seperti matahari yang pasti terbit dan bersinar, tidak ada yang bisa menahannya, apapun dan siapapun, seperti itu juga Indonesia pasti jaya," kata Yohanes mengutip pidato Bung Karno.

Ilmuwan Fisika Indonesia tersebut menginspirasi ribuan anak Blitar untuk bisa unjuk prestasi seperti salah seorang anak Papua.

"Ada anak Papua yang awalnya menjumlah pecahan tidak bisa, tetapi mimpi jadi juara olimpiade Matematika. Dengan kerja keras, anak Papua yang dianggap terbelakang mampu mengalahkan jagoan Matematika dari kota besar. Keyakinan ini harus ada pada semua anak bangsa di manapun untuk bisa berprestasi dalam sains untuk memajukan bangsa," ujar Yohanes.


Penulis: Ester Lince Napitupulu
Editor : Tjahja Gunawan Diredja