Minggu, 21 Desember 2014

News / Edukasi

Banten Jalin Kerjasama Pendidikan dengan Jerman

Selasa, 26 Februari 2013 | 20:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Akreditasi Provinsi (BAP) di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten melakukan kunjungan dan studi ke beberapa institusi di Jerman. Kunjungan dalam rangka mempelajari sistem pendidikan di Jerman ini, didukung organisasi Ikatan Ahli Sarjana Indonesia Jerman (IASI).

Adam Pamma, Ketua IASI, dalam siaran persnya, Selasa (26/2), mengatakan, melalui dukungan organisasi IASI sedang direncanakan untuk mengirim guru-guru senior dari Jerman ke Banten untuk memberikan training kepada guru-guru di provinsi itu.

Tim dari Banten melakukan kunjungan ke "Landes Institut fü r Schulentwicklung" atau semacam dinas pendidikan negara bagian Baden Wuettemberg yang berkantor di Stuttgart.

Di Jerman, pendidikan tidak diatur secara nasional, tetapi diserahkan ke negara bagian masing-masing. Baden Wuettenberg menjadi pilihan, karena dikenal sebagain negara bagian dengan kualitas pendidikan terbaik di Jerman.

Dari kunjungan ke Dinas Pendidikan Baden Wuettenberg, diperoleh penjelasan detil mengenai sistem pendidikan di Jerman, sistem evaluasi dan pengembangan kurikulum. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah mekanisme bagaimana Jerman mengembangkan kurikulumnya, yang berbasis pada industri dan inovasi terbaru.

Sementara itu dari diskusi setelah paparan resmi diperoleh informasi pula mengenai strategi sistem akreditas sekolah di Jerman, perbaikan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah yang dievaluasi setiap tahun, dan bagaimana meningkatkan kualitas guru-guru, serta hal-hal lain yang terkait dengan peningkatan kualitas pendidikan.

Iman Santoso, pengurus IASI yang mendampingi tim dari Provinsi Banten, menjelaskan, selama kunjungan di Jerman, target kunjungan berjalan sesuai yang direncanakan. Bahkan dalam kunjungan ini telah digagas kerjasama antara Dinas Pendidikan Negara Bagian Baden Wuettenberg dan Provinsi Banten. Kerjasama itu di antaranya kerjasama pengembangan kurikulum, praktek kerja industri di Jerman bagi siswa dan mahasiswa asal Banten, pengembangan instrumen akreditasi, rencana pertukaran guru, dan lain-lain.

Selain kunjungan ke Dinas Pendidikan Negara Bagian Baden Wuettenberg, rombongan dari Banten juga melakukan kunjungan ke Universitas Goethe Frankfurt di bagian institut South-East Asian Study. Hasil pertemuan dengan pimpinan Institut South-East Asian Study Universitas Frankfurt, Prof  Dr. Arndt Graf, menyepakati kedua belah untuk melakukan kerjasama riset dan pendidikan dalam bidang sosial dan humaniora.

Fatah Sulaiman, Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Perencanaan dan Sistem Informasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten, selaku pimpinan rombongan, menyatakan sangat puas dengan hasil kunjungan tersebut. Ia mengucapkan penghargaan setinggi-tingginya kepada IASI, yang telah memfasilitasi dan menjembatani kegiatan studi penguatan mutu dan akreditasi pendidikan ini secara maksimal.

"Semoga kerjasama seperti ini dapat terus dilaksanakan, dan ke depan diharapkan IASI menjembatani hubungan yang lebih luas lagi dengan Pemerintah Jerman guna lebih meningkatakan kualitas pendidikan di Banten," kata Fatah

Adam Pamma menambahkan, IASI berkomitmen memperkuat kerja sama Indonesia-Jerman. Untuk bidang pendidikan, salah satunya diwujudkan dnegan membantu tim dari Provinsi Banten.

Program IASI yang lain yang berkaitan dengan pendidikan yakni seperti pelatihan untuk studi S-3 ke Jerman di beberapa universitas di Indonesia, dukungan program pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sulawesi Selatan, melalui kerjasama dengan Berufschule di Bremen (semacam SMK Jerman), serta menjembatani kerjasama perguruan tinggi dan penelitian antara kedua negara.

IASI organisasi yang secara resmi diakui oleh pemerintah Jerman,beranggotakan kalangan profesional Indonesia, ekspatriat, peneliti dan ahli dari Indonesia yang bermukim di Jerman, serta para tenaga ahli Jerman dan perusahaan Jerman yang memiliki ketertarikan dengan Indonesia.

 

 


Penulis: Ester Lince Napitupulu
Editor : Agus Mulyadi