Kamis, 2 Oktober 2014

News / Edukasi

Kuliah Umum

Jusuf Kalla Sampaikan Formula 3K dalam Kepemimpinan

Selasa, 26 Februari 2013 | 20:44 WIB

 

 

DEPOK, KOMPAS.com-  Jusuf Kalla yang menerima gelar Doktor Kehormatan atau Doktor Honoris Causa (DR.HC) dari Universitas Indonesia menggelar kuliah umum bertema "Kepemimpinan dengan Kepercayaan", Selasa (26/2/2013), di Balai Sidang UI, Kampus Depok, Jawa Barat.

Mantan Wakil Presiden itu dalam kuliah umumnya memaparkan pemikirannya mengenai konsep kepemimpinan.

 

Kuliah umum ini antara lain dihadiri Pelaksana harian (Plh) Rektor UI Muhammad Anis, Wakil Rektor UI Tafsir Nurchamid, Ketua ILUNI UI Chandra Motik, dan para tamu undangan antara lain mantan Menteri Tenaga Kerja RI Fahmi Idris serta ratusan mahasiswa UI maupun perguruan tinggi lainnya serta para pemimpin di lingkungan kampus UI.

 

Bagi JK, kepemimpinan secara prinsip adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain, berbuat atau tidak, sesuai keinginan sang pemimpin.

"Bila seorang pemimpin tidak lagi diikuti, maka legitimasinya saat itu juga sudah hilang," kata JK yang juga Ketua Umum Palang merah Indonesia (PMI).

 

Pemimpin tanpa legitimasi, lanjut JK, bukanlah pemimpin, tetapi seseorang yang mempersepsikan diri sebagai pemimpin.

Dalam kepemimpinannya, JK memegang teguh Formula 3K yaitu Katakan yang akan dikerjakan, Kerjakan yang dikatakan, dan Komunikasikan apa yang telah dikerjakan dan yang tidak dikerjakan.

Dengan membangun ketiga hal tersebut maka akan dapat terbina kepercayaan.

 

Menurut JK, semua teori kepemimpinan bertolak pangkal pada kepercayaan. Krisis kepemimpinan merupakan bentuk krisis ketidakpercayaan dimana pemimpin atau sistem tidak dipercaya lagi sehingga berakibat ambruknya sesuatu.

Hulu dari kepemimpinan adalah keikhlasan sementara hilirnya adalah ketegasan dan keteladanan.

 

Pemimpin harus memiliki keikhlasan yakni ketika seorang pemimpin tidak memihak kepada kepentingan diri dan kelompoknya atau disebut keadilan.

Keadilan akan datang bilamana pemimpin tak ragu mengatakan dan berbuat yang benar dan ingkar mengatakan dan berbuat yang tidak benar.

Sedangkan ketegasan dan keteladanan adalah pilar bangunan yang bernama trust. Secara terminologi, trust adalah kepercayaan akan terjamin karena watak, kemampuan, kekuatan dan kebenaran seseorang atau sesuatu.

 

Lebih lanjut, menurut JK yang telah 35 tahun memimpin bisnis, 10 tahun dalam kepemimpinan politik, dan kini dalam kepemimpinan sosial, penentu tataran praksis kepemimpinan adalah Visi dan Misi yang Konkret, memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan, memiliki jaringan (network) dalam kepemimpinan (mengingat era saling ketergantungan/interdependence world), mau turun ke masyarakat atau ke bawahan untuk mendalami daftar keinginan dan kebutuhan orang yang dipimpin serta memiliki rasa tangung jawab.

 

"Kepemimpinan adalah masalah keberanian untuk berbuat ke arah yang lebih baik. Kepemimpinan adalah masalah tanggungjawab dan tanggungjawab adalah harga sebuah kepemimpinan," ujar JK.

 

UI menganugerahkan Doktor Kehormatan/Doctor Honoris Causa (DR.HC) dalam bidang Kepemimpinan kepada Drs.Muhammad Jusuf Kalla pada Sabtu (9/2) di Balairung UI, Kampus Depok bersamaan dengan Upacara Wisuda program Pascasarjana semester gasal 2012/2013.

UI menimbang Jusuf Kalla layak memperoleh anugerah Doktor HC atas kontribusinya dalam dunia kepemimpinan di Indonesia yang telah menginspirasi dan menerapkan kriteria pemimpin transformasional.

 


Penulis: Ester Lince Napitupulu
Editor : Tjahja Gunawan Diredja