Perlu Dipikirkan Pengganti UN SD - Kompas.com

Perlu Dipikirkan Pengganti UN SD

Kompas.com - 08/03/2013, 19:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Jika Ujian Nasional (UN) untuk jenjang sekolah dasar jadi dihapuskan, perlu instrumen yang tepat untuk menggantikannya. Direktur Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ibrahim Bafadal mengatakan, perlu ada pengganti evaluasi yang sesuai sehingga dapat menjadi acuan untuk melanjutkan ke jenjang sekolah menengah pertama (SMP).

Namun, jika tak ada pula evaluasi yang dijadikan acuan, Ibrahim mengatakan, pihak SMP harus menggelar ujian tes masuk.

"Jadi, jika nanti UN SD dihapus maka perlu ada seleksi SMP yang tak menggunakan UN," kata Ibrahim di Jakarta, Jumat (8/3/2013).

Ibrahim sepakat dengan penghapusan UN untuk SD jika Kurikulum 2013 telah diterapkan. Pasalnya, UN sebagai evaluasi anak didik pada kurikulum baru tidak sesuai dengan metode pembelajaran tematik integratif yang menjiwai Kurikulum 2013.

"Tapi, kami akan lihat penilaiannya nanti bagaimana. Jika memang harus diubah, kami siap saja," ujar Ibrahim.

Namun, Ibrahim tak berkomentar lebih banyak mengenai rencana penghapusan UN untuk SD tersebut. Menurutnya, keputusan bukan menjadi kewenangannya.

"Kami hanya melaksanakannya. Kalau ada, ya dilaksanakan. Tergantung pada pusat penilaian," tandasnya.

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorCaroline Damanik
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

    Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

    Megapolitan
    Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal  Win Long BH 2998

    Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal Win Long BH 2998

    Regional
    Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

    Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

    Regional
    'Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres'

    "Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres"

    Nasional
    India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

    India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

    Internasional
    Indonesia Mini di 'Kampus Toleransi' Salatiga

    Indonesia Mini di "Kampus Toleransi" Salatiga

    Regional
    Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

    Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

    Regional
    Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

    Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

    Megapolitan
    Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

    Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

    Internasional
    Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

    Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

    Regional
    Gelar 'Gala Dinner' di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

    Gelar "Gala Dinner" di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

    Megapolitan
    Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

    Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

    Regional
    Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

    Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

    Regional
    Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

    Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

    Regional
    Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

    Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

    Regional
    Close Ads X