60.000 Dosen Masih S-1 - Kompas.com

60.000 Dosen Masih S-1

Kompas.com - 25/03/2013, 07:40 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Meski dosen perguruan tinggi minimal harus berpendidikan S-2, kenyataannya masih sekitar 60.000 dosen yang berpendidikan S-1. Banyaknya dosen yang belum memenuhi standar kualifikasi pendidikan tersebut, menyebabkan banyak program studi di perguruan tinggi belum terakreditasi.

Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ditjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Supriadi Rustad mengatakan, setiap tahun sebenarnya tersedia sekitar 7.000 beasiswa S-2 untuk dosen. Namun, fasilitas itu tidak semuanya dimanfaatkan dosen. ”Paling tinggi 90 persen. Peminatnya belum melampaui kuota yang tersedia,” ujarnya di Semarang, Sabtu (23/3).

Kalaupun peminatnya melebihi jumlah beasiswa yang disediakan, kata Supriadi, Kemdikbud siap membantu, asalkan perguruan tinggi serius memberi peluang kepada dosennya untuk menempuh pendidikan lanjutan.

Akreditasi program studi

Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VI, DYP Sugiharto, menuturkan masih banyaknya tenaga pengajar perguruan tinggi yang berpendidikan S-1 menjadi masalah utama belum terakreditasinya program studi. Di wilayah Jateng, misalnya, sebanyak 263 dari 1.031 program studi, hingga kini belum terakreditasi.

Saat ini, Kopertis VI berkoordinasi dengan perguruan tinggi swasta se-Jateng untuk mengatasi persoalan akreditasi program studi. Dia juga mengatakan, tidak semua masalah datang dari perguruan tinggi. Pada beberapa kasus, perguruan tinggi sudah mengajukan syarat-syarat akreditasi, tetapi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi belum menindaklanjuti. (UTI)

 


EditorCaroline Damanik
Komentar

Terkini Lainnya

Jadi Wilayah Terluar, Kepulauan Riau Rawan terhadap Radikalisme dan Terorisme

Jadi Wilayah Terluar, Kepulauan Riau Rawan terhadap Radikalisme dan Terorisme

Regional
Dukung Anies Izinkan Becak, Wakil Ketua DPRD DKI Ini Punya 5 Becak

Dukung Anies Izinkan Becak, Wakil Ketua DPRD DKI Ini Punya 5 Becak

Megapolitan
Kisah Pilu TKW di Turki, Ditumpuk Seperti Kucing dan Disiksa hingga Tulang Iganya Patah

Kisah Pilu TKW di Turki, Ditumpuk Seperti Kucing dan Disiksa hingga Tulang Iganya Patah

Regional
Jual Diri ke Kaum Gay, Pria Ini Ditelanjangi lalu Dibuang di Jalan

Jual Diri ke Kaum Gay, Pria Ini Ditelanjangi lalu Dibuang di Jalan

Megapolitan
Menko Polhukam Gelar Rapat Soal Bantuan Indonesia untuk Negara Pasifik Selatan

Menko Polhukam Gelar Rapat Soal Bantuan Indonesia untuk Negara Pasifik Selatan

Nasional
Mediasi dengan KPU Belum Berhasil, PBB Siap Lawan di Sidang Adjudikasi

Mediasi dengan KPU Belum Berhasil, PBB Siap Lawan di Sidang Adjudikasi

Nasional
Kakek 61 Tahun Dilaporkan ke Polisi karena Cabuli 4 Bocah

Kakek 61 Tahun Dilaporkan ke Polisi karena Cabuli 4 Bocah

Regional
Menurut PKB, Ini Modal Jokowi untuk Naikkan Elektabilitas

Menurut PKB, Ini Modal Jokowi untuk Naikkan Elektabilitas

Nasional
M Taufik: Jadi Gubernur Pasti Banyak yang Laporin, Apalagi Banyak Belum Move On

M Taufik: Jadi Gubernur Pasti Banyak yang Laporin, Apalagi Banyak Belum Move On

Megapolitan
Maklumat Kapolda Kalbar: Pelaku Pembakaran Lahan Didenda Rp 10 Miliar

Maklumat Kapolda Kalbar: Pelaku Pembakaran Lahan Didenda Rp 10 Miliar

Regional
Terlibat Perselingkuhan, Wakil PM Australia Mengundurkan Diri

Terlibat Perselingkuhan, Wakil PM Australia Mengundurkan Diri

Internasional
Simpatisan Partai Republikan Dukung Penyebaran Senjata Api di AS

Simpatisan Partai Republikan Dukung Penyebaran Senjata Api di AS

Internasional
Perjalanan Daging Anjing di Medan, dari Pasar sampai Piring Makan (3)

Perjalanan Daging Anjing di Medan, dari Pasar sampai Piring Makan (3)

Regional
Hendak Menanduk Pemilik Mobil, Kambing Malah Tersangkut di Kemudi

Hendak Menanduk Pemilik Mobil, Kambing Malah Tersangkut di Kemudi

Internasional
Polisi Akan Panggil Elvy Sukaesih Terkait Kasus Narkoba Dhawiya

Polisi Akan Panggil Elvy Sukaesih Terkait Kasus Narkoba Dhawiya

Megapolitan
Close Ads X