Minggu, 21 September 2014

News / Edukasi

60.000 Dosen Masih S-1

Senin, 25 Maret 2013 | 07:40 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Meski dosen perguruan tinggi minimal harus berpendidikan S-2, kenyataannya masih sekitar 60.000 dosen yang berpendidikan S-1. Banyaknya dosen yang belum memenuhi standar kualifikasi pendidikan tersebut, menyebabkan banyak program studi di perguruan tinggi belum terakreditasi.

Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ditjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Supriadi Rustad mengatakan, setiap tahun sebenarnya tersedia sekitar 7.000 beasiswa S-2 untuk dosen. Namun, fasilitas itu tidak semuanya dimanfaatkan dosen. ”Paling tinggi 90 persen. Peminatnya belum melampaui kuota yang tersedia,” ujarnya di Semarang, Sabtu (23/3).

Kalaupun peminatnya melebihi jumlah beasiswa yang disediakan, kata Supriadi, Kemdikbud siap membantu, asalkan perguruan tinggi serius memberi peluang kepada dosennya untuk menempuh pendidikan lanjutan.

Akreditasi program studi

Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VI, DYP Sugiharto, menuturkan masih banyaknya tenaga pengajar perguruan tinggi yang berpendidikan S-1 menjadi masalah utama belum terakreditasinya program studi. Di wilayah Jateng, misalnya, sebanyak 263 dari 1.031 program studi, hingga kini belum terakreditasi.

Saat ini, Kopertis VI berkoordinasi dengan perguruan tinggi swasta se-Jateng untuk mengatasi persoalan akreditasi program studi. Dia juga mengatakan, tidak semua masalah datang dari perguruan tinggi. Pada beberapa kasus, perguruan tinggi sudah mengajukan syarat-syarat akreditasi, tetapi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi belum menindaklanjuti. (UTI)

 


Penulis: Amanda Putri Nugrahanti
Editor : Caroline Damanik
Sumber: