Rabu, 22 Oktober 2014

News / Edukasi

10 PTN Penerima Bantuan Operasional Terbesar

Senin, 25 Maret 2013 | 11:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk menjaga kelangsungan proses belajar mengajar di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelontorkan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) sebesar Rp 2,7 triliun pada 94 institusi pendidikan tinggi negeri, baik universitas, institut seni dan politeknik, yang tersebar di seluruh Indonesia. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengatakan bahwa BOPTN ditujukan untuk menutupi kekurangan biaya operasional di PTN sebagai akibat dari adanya Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang bertujuan meringankan beban mahasiswa terhadap biaya kuliah yang sebelumnya terus meningkat.

"Selama ini kan mahasiswa dibebani dengan berbagai macam pembiayaan. Saat ini hanya cukup membayar UKT saja dan untuk PTN akan diberikan BOPTN," kata Nuh di Kantor Kemdikbud, Jakarta, Jumat (22/3/2013).

Pemberian BOPTN ini juga didasarkan pada akreditasi program studi di PTN tersebut, jumlah mahasiswa di PTN tersebut, jumlah peserta program bidik misi terhadap jumlah mahasiswa, jenis perguruan tinggi dan proporsi bantuan riset serta SPP di PTN tersebut. Umumnya, makin banyak mahasiswa dan program studi berakreditasi bagus di PTN tersebut akan membuat BOPTN makin besar.

"Tapi tetap untuk jumlahnya dan tata cara pemberiannya ada dalam juknis yang ditetapkan Dirjen Dikti," jelas Nuh.

Berikut 10 besar BOPTN tertinggi yang diterima oleh beberapa PTN yang tersebar di seluruh Indonesia :

1. Universitas Indonesia : Rp 226.790.370.292
2. Institut Teknologi Bandung : Rp 176.875.631.564
3. Universitas Gadjah Mada : Rp 170.137.806.596
4. Universitas Brawijaya : Rp 133.058.366.778
5. Institut Pertanian Bogor : Rp 105.176.345.152
6. Universitas Padjajaran : Rp 84.620.066.251
7. Universitas Hasanuddin : Rp 61.596.173.222
8. Institut Teknologi Sepuluh November : Rp 60.819.505.039
9. Universitas Airlangga : Rp 59.443.478.291
10. Universitas Sriwijaya : Rp 59.143.197.232

 


Penulis: Riana Afifah
Editor : Caroline Damanik