Kamis, 31 Juli 2014

News / Edukasi

Penerapan Kurikulum 2013 Masih Berubah-ubah

Jumat, 12 April 2013 | 16:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com  - Kebijakan penerapan Kurikulum 2013 pada Juli mendatang di jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK sampai saat ini masih berubah-ubah. Hingga saat ini belum ada kepastian soal penetapan sekolah yang siap melaksanakan Kurikulum 2013, persiapan guru, dan anggaran Kurikulum 2013.

 

Berdasarkan informasi terakhir, ada perubahan jumlah sekolah yang dinilai siap melaksanakan Kurikulum 2013. Penerapan kurikulum pengganti kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) ini hanya akan diberlakukan di 10 persen SD kelas I dan IV, 20 persen SMP kelas VII, dan 100 persen SMA/SMK kelas X.

 

Wijaya Kusuma, Ketua Bidang Komunikasi dan Kerjasama Dalam Negeri Ikatan Guru Indonesia (IGI), di Jakarta, Jumat (12/4/2013) mengatakan, Kurikulum 2013 lebih tepat disebut kurikulum uji coba sehingga bisa diteliti kelebihan dan kekurangannya. "Setelah diujicobakan, barulah kita tahu apakah kurikulum ini layak diterapkan di seluruh Indonesia ataukah tidak. Kita bisa mendiskusikannya melalui kajian ilmiah yang jelas. Bukan dengan pendekatan kekuasaan atau politik harus diterapkan tahun ini juga," kata Wijaya.

 

Anggaran Kurikulum senilai Rp 2,49 triliun juga terus disorot. Sampai saat ini Komisi X DPR belum merestui penggunaan anggaran untuk implementasi Kurikulum 2013.

 

Pemerhati Pendidikan Romo Benny Susetyo mengatakan, pemerintah masih harus serius menyiapkan dan menyempurnakan dokumen Kurikulum 2013, terkait kompetensi inti dan kompetensi dasar. Sayangnya, pemerintah sampai saat ini tidak mau mendiskusikan secara terbuka soal dokumen Kurikulum 2013 yang dinilai membingungkan para guru saat implementasinya di dalam kelas.

 

Syawal Gultom, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidik dan Peningkatan Mutu Pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan, pelatihan guru kelas dan mata pelajaran yang ditetapkan menerapkan Kurikulum 2013 dilatih dalam dua tahap. Pada Mei-Juni dilatih untuk materi belajar siswa semester satu, sedangkan di akhir tahun dilatih kembali untuk materi belajar semester dua.

 

Para guru dijanjikan dengan pelatihan yang berbeda. Para guru dilatih dengan simulasi sehingga siap mengajar dengan Kurikulum baru di kelas ketika tahun ajaran baru nanti, kata Syawal.

 

 


Penulis: Ester Lince Napitupulu
Editor : Rusdi Amral