Dipangkas, Jumlah Sekolah Sasaran Kurikulum Baru - Kompas.com

Dipangkas, Jumlah Sekolah Sasaran Kurikulum Baru

Kompas.com - 12/04/2013, 19:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Meski muncul banyak penolakan dari beberapa kalangan, Kurikulum 2013 tetap akan berjalan sesuai dengan rencana awal. Hanya, kali ini jumlah sekolah yang menjadi sasaran dari penerapan kurikulum mengalami penurunan jumlah dari target awal.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan bahwa sejak awal, penerapan kurikulum baru ini bertahap dan terbatas. Bertahap dalam artian tidak langsung menyasar ke semua kelas di tiap jenjang pendidikan. Terbatas berarti jumlah sasaran penerapan disesuaikan dengan sumber daya yang ada.

"Dari awal kan sudah dijelaskan pelaksanaan kurikulum itu bertahap dan terbatas. Tapi kali ini tidak lagi 30 persen seperti rencana awal," kata Nuh di Kemdikbud, Jakarta, Jumat (12/4/2013).

Sasaran sekolah untuk jenjang sekolah dasar (SD) pada rencana awal penerapan kurikulum diberi kuota 30 persen untuk tiap daerah. Adapun kuota untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), dan sekolah menengah kejuruan (SMK) disediakan 100 persen.

"Tapi karena ada keterbatasan sumber daya, kami tentukan saja jumlahnya sekarang lebih sedikit. Ini realistis saja," ucap Nuh.

Ia mengungkapkan bahwa turunnya jumlah sekolah yang menjadi sasaran penerapan kurikulum baru ini dipengaruhi juga dengan keputusan untuk tidak menggunakan dana anggaran khusus (DAK) yang menginduk pada anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).

"Awalnya kan ada yang pakai DAK. Tapi kami mau kendali di awal ada di pusat semua. Jadi, realistis dikurangi, dengan anggaran semua berasal dari pusat," ungkap Nuh.

Dengan demikian, jumlah SD yang akan menjalankan kurikulum baru pada Juli mendatang hanya 7.458 sekolah dari total sekitar 148.000 sekolah di seluruh Indonesia atau setara dengan lima persen dari jumlah keseluruhan. Untuk SMP, hanya menyisakan 2.580 atau tujuh persen dari semua sekolah yang menjadi sasaran.

Sementara itu, jumlah untuk SMA dan SMK tetap diberlakukan penuh sebesar 100 persen. Untuk SMA sebanyak 11.572 sekolah, dan untuk SMK sebanyak 10.685 sekolah. "Semua sekolah yang jadi sasaran ini tidak hanya negeri, tapi juga swasta," tandasnya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorAna Shofiana Syatiri
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

    Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

    Megapolitan
    Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal  Win Long BH 2998

    Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal Win Long BH 2998

    Regional
    Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

    Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

    Regional
    'Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres'

    "Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres"

    Nasional
    India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

    India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

    Internasional
    Indonesia Mini di 'Kampus Toleransi' Salatiga

    Indonesia Mini di "Kampus Toleransi" Salatiga

    Regional
    Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

    Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

    Regional
    Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

    Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

    Megapolitan
    Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

    Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

    Internasional
    Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

    Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

    Regional
    Gelar 'Gala Dinner' di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

    Gelar "Gala Dinner" di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

    Megapolitan
    Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

    Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

    Regional
    Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

    Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

    Regional
    Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

    Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

    Regional
    Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

    Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

    Regional
    Close Ads X