Sabtu, 29 November 2014

News / Edukasi

Dipangkas, Jumlah Sekolah Sasaran Kurikulum Baru

Jumat, 12 April 2013 | 19:08 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Meski muncul banyak penolakan dari beberapa kalangan, Kurikulum 2013 tetap akan berjalan sesuai dengan rencana awal. Hanya, kali ini jumlah sekolah yang menjadi sasaran dari penerapan kurikulum mengalami penurunan jumlah dari target awal.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan bahwa sejak awal, penerapan kurikulum baru ini bertahap dan terbatas. Bertahap dalam artian tidak langsung menyasar ke semua kelas di tiap jenjang pendidikan. Terbatas berarti jumlah sasaran penerapan disesuaikan dengan sumber daya yang ada.

"Dari awal kan sudah dijelaskan pelaksanaan kurikulum itu bertahap dan terbatas. Tapi kali ini tidak lagi 30 persen seperti rencana awal," kata Nuh di Kemdikbud, Jakarta, Jumat (12/4/2013).

Sasaran sekolah untuk jenjang sekolah dasar (SD) pada rencana awal penerapan kurikulum diberi kuota 30 persen untuk tiap daerah. Adapun kuota untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), dan sekolah menengah kejuruan (SMK) disediakan 100 persen.

"Tapi karena ada keterbatasan sumber daya, kami tentukan saja jumlahnya sekarang lebih sedikit. Ini realistis saja," ucap Nuh.

Ia mengungkapkan bahwa turunnya jumlah sekolah yang menjadi sasaran penerapan kurikulum baru ini dipengaruhi juga dengan keputusan untuk tidak menggunakan dana anggaran khusus (DAK) yang menginduk pada anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).

"Awalnya kan ada yang pakai DAK. Tapi kami mau kendali di awal ada di pusat semua. Jadi, realistis dikurangi, dengan anggaran semua berasal dari pusat," ungkap Nuh.

Dengan demikian, jumlah SD yang akan menjalankan kurikulum baru pada Juli mendatang hanya 7.458 sekolah dari total sekitar 148.000 sekolah di seluruh Indonesia atau setara dengan lima persen dari jumlah keseluruhan. Untuk SMP, hanya menyisakan 2.580 atau tujuh persen dari semua sekolah yang menjadi sasaran.

Sementara itu, jumlah untuk SMA dan SMK tetap diberlakukan penuh sebesar 100 persen. Untuk SMA sebanyak 11.572 sekolah, dan untuk SMK sebanyak 10.685 sekolah. "Semua sekolah yang jadi sasaran ini tidak hanya negeri, tapi juga swasta," tandasnya.


Penulis: Riana Afifah
Editor : Ana Shofiana Syatiri