Kamis, 24 Juli 2014

News / Edukasi

Indonesia Mengajar Berbagi Cerita di Kompas.com

Jumat, 19 April 2013 | 17:54 WIB

Berita terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Memasuki tahun keempatnya, Indonesia Mengajar telah memiliki enam angkatan pengajar muda yang sudah dan sedang mengabdi di 17 kabupaten terpencil di Indonesia. Anak-anak muda yang berusia di bawah 25 tahun ini rela meninggalkan kemapanan masa mudanya untuk membawa perubahan bagi anak-anak di daerah.

Pasalnya, mereka ini bukan sekadar anak muda biasa dengan pendidikan dan masa depan pas-pasan. Sebagian besar dari mereka adalah para sarjana dari universitas terbaik di Indonesia dan bahkan sudah bekerja di sejumlah perusahaan dan instansi ternama.

Mereka mengambil risiko untuk meninggalkan kemapanan kota untuk berbagi inspirasi sebagai seorang guru dan sahabat. Mereka terpilih dari ribuan pelamar, dilatih selama sekitar tujuh pekan lalu dikirim ke daerah yang jauh dari rumah untuk mengabdi selama setahun.

Mereka memiliki visi bahwa anak-anak di titik mana pun di Indonesia pantas mengenyam pendidikan yang layak. Pendidikan untuk masa depan yang lebih baik, tak hanya bagi keluarga dan masyarakat di tempat mereka, melainkan juga bagi negara ini.

Namun, urusan para pengajar muda tak semata soal pendidikan formal di sekolah. Pendidikan hadir dari persahabatan antara pengajar dan siswa. Maka, pengalaman yang tak ternilai harganya itu sayang untuk dilewatkan. Para pengajar muda diajak untuk memotret pengalaman mereka melalui sebuah tulisan.

Indonesia Mengajar mendorong para pengajar muda untuk menuliskan apa pun pengalaman mereka selama berada di daerah, sekaligus memberikan contoh bagi anak-anak yang mereka didik. Karena, pendidikan dan menulis bekerja sejalan. Seperti kata Pramoedya Ananta Toer, “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

Tulisan para pengajar muda akan tayang di Edukasi Kompas.com secara rutin melalui topik khusus Indonesia Mengajar. Simak pengalaman serta inspirasi yang dibawa oleh para pengajar muda dan mari sama-sama belajar demi Indonesia yang lebih baik.

Berhenti mengecam kegelapan. Nyalakan lilin.

 


Editor : Caroline Damanik
Sumber: