Kamis, 18 Desember 2014

News / Edukasi

Dua Pelajar RI Berprestasi, Presiden Bangga

Minggu, 21 April 2013 | 17:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku bangga terhadap dia pelajar Indonesia yang berprestasi di ajang Internasional Conference of Youth Scientist (ICYS) di Sanur, Denpasar. Pernyataan kebanggaan dirinya diungkapkan melalui akun Twitter @SBYudhoyono Minggu (21/4/2013) sore ini.

"Pagi ini putra-putri Indonesia telah harumkan nama bangsa di perlombaan bergengsi dunia yang diikuti 23 negara," tulis Presiden di akun twitternya.

Presiden menambahkan bahwa Melody, Mariska dan enam pelajar lainnya meraih medali dan penghargaan dalam International Conference of Young Scientists di Bali. "Saya bangga," katanya.

Presiden juga berpesan bahwa anak Indonesia harus terus berprestasi serta mampu mengharumkan nama bangsa Indonesia di pentas dunia.

Seperti diberitakan, Mariska Grace dan Melody Grace Natalie menyabet masing-masing satu medali emas dalam ajang Internasional Conference of Youth Scientist (ICYS) Selain dua emas, Indonesia juga meraih satu medali perak melalui M Arifin Dobson, serta dua medali perunggu oleh Avip N Yulian dan Putu Handre K Utama.

Mariska Grace yang berasal dari SMAK Cita Hati menjadi yang terbaik dalam kategori Enviromental Science dengan karya ilmiahnya berjudul a Novel Approach in Using Peanut Shells to Elliminate Content in Water. Dalam karya ilmiahnya ini, Mariska memanfaatkan kulit kacang untuk mengurangi kadar ion tembaga di dalam air.

Sementara Melody Grace Natalie, siswa Stella Duce I Yogyakarta yang bertarung dalam bidang Life Science berhasil memukau juri dalam presentasi karya ilmiahnya Potencial of Squid Eye Lenses as UV Absorber. Melody memanfaatkan mata cumi untuk melindungi kulit dari bahaya sinar ultraviolet. "Saya membuat sun block yang bisa dibuat simpel oleh nelayan sehingga nelayan bisa terhindar dari kanker kulit," ujar Melody Grace menjelaskan hasil penelitiannya.

Sementara President of Local Orgaizing Comitte ICYS 2013, Monika Raharti yang sebelumnya menargetkan sapu bersih emas tetap bangga pada ilmuwan Indonesia meski hanya meraih dua emas. "Kita patut berbangga hati, persaingan tahun ini cukup berat, banyak presentasi karya ilmiah dari Negara lain yang bagus," kata Monika.

Saingan terberat dari Indonesia dalam ajang ini datang dari Polandia, German, Rusia dan sejumlah Negara Eropa Timur lainnya. Setelah Indonesia sukses menjadi tuan rumah tahun ini, rencananya ICYS 2014, tahun depan akan diselenggarakan di Ukraina.


Penulis: Didik Purwanto
Editor : Erlangga Djumena