Selasa, 25 November 2014

News / Edukasi

16 Siswa di Perbatasan Tidak Ikut UN

Kamis, 25 April 2013 | 22:44 WIB

SEBATIK, KOMPAS.com - Sebanyak 16 siswa SMA dan SMP sederajat di Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara tidak mengikuti ujian nasional hingga akhir pelaksanaan, Kamis (25/4/2013).

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Supriono, di Sebatik, menyebutkan untuk sub rayon 2 Kecamatan Sebatik, Sebatik Timur dan Sebatik Utara untuk tingkat SMA sederajat sebanyak tiga orang yakni di SMA Negeri 1 Sebatik dan 13 orang pada tingkat SMP sederajat.

Ia menjelaskan, ketiga siswa SMA yang tidak ikut UN tersebut dua orang perempuan dan seorang laki-laki. Kemudian untuk tingkat SMP sederajat enam orang laki-laki dan tujuh perempuan.

Supriono menjelaskan, ke 13 siswa yang tidak ikut UN tersebut dengan berbagai masalah yakni dua orang menikah. Sedangkan yang lainnya karena sakit, ikut orangtua bekerja di daerah lain sebelum hari pelaksanaan UN dan sebagian lagi berhenti sekolah dan mengikuti ujian akhir sekolah (UAS). "Siswa yang tidak UN itu ada yang menikah, sakit dan ikut orangtuanya pindah daerah," ujar Supriono, Kamis (25/4/2013).

Supriono menegaskan, siswa yang diketahui tidak ikut UN karena sakit, akan diupayakan untuk ujian mengulang. Siswa SMP yang tidak ikut UN di Pulau Sebatik yakni satu orang di SMPN Sebatik Utara, tiga orang di SMPN 1 Sebatik, dua orang di SMPN Sebatik Tengah, lima orang di SMPN 1 Sebatik Barat, satu orang di SMPN 2 Sebatik Barat, satu orang di MTs YIIP.

Menurut Kepala UPT Disdik Kecamatan Krayan, Yunus Ngey, Kamis, peserta UN untuk tingkat SMA dan SMP dan sederajat di Kecamatan Krayan dan Krayan Selatan semuanya ikut UN. "Kalau di sub rayon Krayan semuanya ikut UN baik SMA maupun SMP nya," ujarnya melalui telepon.


Editor : Benny N Joewono
Sumber: