Kamis, 21 Agustus 2014

News / Edukasi

50 Peserta UN SMP di Semarang Absen

Kamis, 25 April 2013 | 23:01 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan Kota Semarang mencatat 50 siswa sekolah menengah pertama (SMP) absen dalam pelaksanaan hari terakhir Ujian Nasional (UN) 2013.

"Alasan ketidakhadiran siswa bervariasi, namun kebanyakan mengundurkan diri, yakni sebanyak 31 orang," kata Ketua Panitia Penyelenggara UN Kota Semarang Taufik Hidayat di Semarang, Kamis (25/4/2013).

Ia menjelaskan peserta yang mengundurkan diri itu sebelumnya sudah tercatat dalam daftar nominasi tetap (DNT) peserta UN, namun kemudian mengundurkan diri karena sejumlah alasan yang disertakan.

"Kebanyakan beralasan karena kepentingan keluarga, misalnya pindah sekolah mengikuti tugas kerja orang tuanya, dan sebagainya. Namun, kami tidak menemukan peserta mundur karena menikah," katanya.

Dengan mundurnya 31 siswa itu, pihaknya tidak akan memasukkan dalam penghitungan sehingga tidak akan berpengaruh dalam penentuan persentase kelulusan, termasuk siswa yang meninggal dunia.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Disdik Kota Semarang itu menyebutkan satu siswa peserta UN yang meninggal dunia sehingga juga tidak dihitung dalam persentase kelulusan Kota Semarang.

"Untuk siswa yang sakit, kami mencatat sebanyak 13 orang sehingga berhalangan mengikuti UN. Mereka bisa mengikuti UN susulan yang digelar Senin (29/4/2013). Tentunya, kami berharap mereka bisa ikut," katanya.

Pelaksanaan UN SMP susulan, kata da, akan dipusatkan di SMP Negeri 2 dengan mekanisme yang sama seperti UN utama, seperti penggunaan sistem "barcode" dan paket soal yang masing-masing akan berbeda.

"Paket soal yang digunakan tetap 20 macam. Nanti kan dilihat saat pelaksanaan berapa yang hadir, yang jelas paket soal tetap 20 macam. Pengawas ruang ujian kami tugaskan guru dari berbagai SMP," katanya.

Selain itu, ia mengakui pada pelaksanaan hari terakhir UN SMP ada laporan kerusakan pada tiga lembar jawab, berasal dari SMP Negeri 18 Semarang, namun persoalan itu berhasil diatasi sehingga tidak merugikan siswa.

"Mereka meneruskan pekerjaan di lembar soal karena lembar jawabnya tidak lengkap. Tidak masalah, sebab sudah dicantumkan dalam berita acara pengawasan. Pemindai yang akan memindahkan ke lembar jawab baru," kata Taufik.


Editor : Benny N Joewono
Sumber: