Minggu, 21 September 2014

News / Edukasi

Tips Mendapatkan Beasiswa Pascasarjana (1)

Jumat, 26 April 2013 | 18:52 WIB

Terkait

KOMPAS.com - Melanjutkan studi di luar negeri bisa ditempuh dengan dana yang minim jika kita menerima dukungan dana atau financial support. Sumbernya bisa bermacam-macam, baik dari institusi pemberi beasiswa, perguruan tinggi yang kita tuju maupun perusahaan mitra yang memberikan perhatian pada pendidikan.

Oleh karena itu, jangan berkecil hati jika menerima kata "ditolak" dari panitia seleksi beasiswa tertentu. Upayakan diterima di program studi perguruan tinggi yang Anda tuju. Kesempatan untuk mendapatkan financial support pun terbuka lebar.

Andhika Sahadewa kembali berbagi wawasan. Kali ini tentang cara memeroleh beasiswa pascasarjana di Amerika Serikat. Dalam beberapa kondisi, tips dari calon doktor jurusan Teknik Sipil bidang Geoteknik di University of Michigan, Ann Arbor juga berguna untuk studi di negara lain.



"Tips Mendapat Beasiswa Pascasarjana"

Salah satu cara agar kita bisa kuliah pasca sarjana gratis di Amerika adalah melalui bantuan keuangan (financial support) dari pihak pemberi beasiswa, seperti Fullbright, Bank ADB, tempat kerja kita, atau program beasiswa lainnya. Di Indonesia, pemberi beasiswa tampaknya menganakemaskan beberapa disiplin ilmu tertentu sehingga mahasiswa dari bidang lainnya cenderung lebih susah untuk memperoleh beasiswa tersebut. Namun, teman – teman tetap aku sarankan untuk mencoba mengikuti seleksi program beasiswa. Silahkan teman – teman kunjungi AMINEF. AMINEF merupakan badan yang mengurusi beasiswa Fullbright. Biasanya, deadline pendaftaran beasiswa Fullbright adalah pada bulan April atau Mei. Bagi teman – teman yang sudah menjadi dosen PTN maupun PTS juga dapat mencoba melamar program “Beasiswa Studi ke Luar Negeri” yang diselenggarakan oleh DIKTI. Sejak tahun 2008, DIKTI menawarkan beasiswa ini kepada dosen – dosen yang sudah diterima di perguruan tinggi maupun sedang belajar di luar negeri. Informasi lebih lanjut tentang beasiswa ini dapat dilihat di sini.

Cara sekolah gratis di Amerika yang akan dibahas secara detil di sini berkaitan dengan financial support dari pihak perguruan tinggi. Secara umum, financial support dari pihak perguruan tinggi dapat diperoleh melalui tiga kategori, yaitu fellowship, graduate research assistant, dan graduate teaching assistant. Fellowship merupakan beasiswa murni yang sangat kompetitif perebutannya. Sementara itu, graduate research assistant ataupun graduate teaching assistant merupakan jabatan dimana kita diwajibkan untuk bekerja sebagai asisten peneliti ataupun pengajar untuk mendapatkan uang saku (stipend) dari perguruan tinggi. Seluk-beluk graduate research assistant sudah pernah dibahas dalam sebuah tulisan di blog ini. Salah satu keuntungan jika kita mendapat salah satu dari financial support tersebut, kita dapat terbebas dari kewajiban membayar SPP, biaya sekolah lainnya, dan bahkan biaya asuransi kesehatan. Dengan demikian, boleh dibilang bahwa kita bisa sekolah gratis di Amerika bila mendapat financial support tersebut.

Ada beberapa status hasil lamaran jika mendaftar ke perguruan tinggi Amerika. Pertama, status hasil lamaran terbaik adalah kita diterima dan mendapat financial support. Status berikutnya adalah kita diterima tanpa financial support. Terakhir, status terburuk adalah kita tidak diterima di perguruan tinggi tersebut.

Dalam tulisan ini, aku fokus untuk menyampaikan langkah – langkah yang mesti teman – teman lakukan untuk dapat memperoleh status diterima dan mendapat financial support (Prosedur aplikasi sudah pernah dibahas sebelumnya). Status lamaran diterima tanpa financial support pun tetaplah menjadi peluang yang bagus jika teman – teman memiliki uang untuk biaya kuliah dan hidup setidaknya untuk tahun pertama. Selanjutnya, teman – teman usahakan untuk berprestasi pada semester pertama agar bisa memperoleh fellowship, posisi research assistant, ataupun jabatan teaching assistant di semester – semester selanjutnya.

Semoga teman-teman dapat financial support

Untuk bisa memperoleh financial support kita harus mau memberikan waktu, tenaga, pikiran, dan uang dalam perjuangan ini. Memang butuh banyak perjuangan tapi percayalah bahwa jika sukses maka hasilnya insyaAllah akan benar – benar membuat kita bisa bersyukur kegirangan.

Maksimalkan nilai-nilai standardized test

Usahakan memperoleh nilai standardized test (TOEFL, GRE, GMAT, MCAT, DAT, LSAT, atau PCAT) yang bagus. Aku hanya akan membahas mengenai TOEFL dan GRE saja karena aku belum punya pengalaman dalam tes GMAT, MCAT, DAT, LSAT, dan PCAT. Jika kita melamar ke jurusan teknik, untuk memperbesar kesempatan memperoleh financial support sejak semester pertama, kita usahakan untuk memperoleh nilai TOEFL PBT setidaknya 600 yang ekivalen dengan nilai TOEFL IBT 100. Jika kita melamar ke sekolah bisnis/ekonomi, aku sarankan teman – teman untuk memperoleh nilai TOEFL PBT setidaknya 640 ataupun TOEFL IBT minimal 110. Sebagai informasi tambahan, teman – teman dapat memiliki peluang yang lebih besar untuk memperoleh financial support melalui jabatan teaching assistant jika memiliki nilai speaking TOEFL IBT setidaknya 25.

Setiap jurusan dan perguruan tinggi Amerika memiliki standard prioritas berbeda– beda dalam mengevaluasi nilai GRE. Umumnya, jurusan teknik lebih memprioritaskan nilai GRE quantitative sedangkan jurusan sastra mungkin lebih memprioritaskan nilai GRE verbal dan analytical wrting. Jika kita melamar ke jurusan teknik, usahakan untuk memperoleh nilai GRE quantitative setidaknya 780 dan GRE verbal setidaknya 600.Acuan nilai TOEFL dan GRE yang aku sebutkan sebelumnya sudah termasuk SANGAT tinggi sehingga kita dengan percaya diri dapat mendaftar di perguruan tinggi top Amerika jika kita memiliki nilai tersebut.

Jalin hubungan dengan profesor

Profesor – profesor di perguruan tinggi Amerika memainkan salah satu peran penting dalam aktivitas penelitian dan perkuliahan. Setiap profesor memegang dana proyek penelitian mereka masing – masing. Umumnya, mereka bekerjasama dengan graduate student untuk mengerjakan penelitian yang ada. Profesor akan bertindak sebagai pembimbing sedangkan graduate student akan melakukan kegiatan lab dan berbagai aktivitas penelitian lainnya. Sebagai imbalan atas hasil kerjanya, graduate student yang berperan sebagai research assistant tersebut akan mendapat financial support. Selanjutnya, profesor – profesor tersebut biasanya juga membutuhkan teaching assistant untuk membantu mereka dalam kegiatan perkuliahan. Financial support juga akan diberikan pada graduate student yang menjadi teaching assistant. Dengan demikian, kita mesti menjalin hubungan dengan profesor pada masa – masa pendaftaran sekolah supaya kita dapat memperoleh financial support sejak awal kuliah. Ingat, jika kita cuek dan tidak meminta financial support pada profesor maka kecil kemungkinan kita untuk mendapatkan financial support.

Salah satu cara yang praktis dalam menjalin hubungan dengan profesor adalah dengan melalui email. Alamat email mereka bisa kita dapatkan di personal page mereka yang terdapat di website jurusan atau departement. Dalam personal page tersebut, mungkin teman – teman akan menemukan istilah Asst. Prof, Assoc. Prof, dan sebagainya. Di bawah ini adalah penjelasan tentang isitlah – istilah tersebut buat teman – teman yang masih merasa asing dengan istilah – istilah tersebut :

- Assistant Professor (Asst. Prof) adalah posisi jabatan dari perguruan tinggi untuk orang yang masih baru atau belum lama menjadi profesor (profesor muda).
- Associate Professor (Assoc. Prof) adalah posisi jabatan profesor kelas menengah, yaitu di atas Asst. Prof.
- Professor (Full Professor) merupakan posisi jabatan yang lebih dikenal dengan istilah guru besar di Indonesia.
- Emeritus Professor (Eme. Prof) adalah gelar yang diberkan oleh perguruan tinggi kepada seseorang full professor yang sudah pensiun atas jasa – jasanya bagi perguruan tinggi tersebut. Seorang pensiunan full professor yang tidak mendapatkan emeritus tidak dapat menggunakan gelar profesornya lagi.

Jangan kecil hati dulu dan takut buat kirim email ke profesor. Mereka baik – baik dan enggak sombong kok. Berikut ini adalah saran – saran dariku untuk menjalin korespondensi dengan profesor:

- Pilih profesor yang masih aktif dalam penelitian. Keaktifan mereka bisa kita lihat dari publikasi paper yang terpampang di personal page-nya.
- Jika memungkinkan, pilih profesor yang menjadi pembimbingnya dosen kita dulu waktu di Amerika. Dengan demikian, kita bisa informasikan ke profesor tersebut bahwa kita adalah murid dari mahasiswa bimbingannya dulu.
- Jika kita kirim email kepada profesor – profesor dari departemen dan perguruan tinggi yang sama, kita kirim email kepada beberapa profesor dulu. Kalau tidak dapat tanggapan maka kita bisa kirim email lagi ke beberapa profesor lainnya dari department dan perguruan tinggi tersebut.

Email pertama kita untuk mereka berisi perkenalan diri singkat dan padat. Kita dapat memberi judul atau subject “Prospective Student” untuk email tersebut. Email pertama ini bisa ditujukan ke profesor Amerika pembimbing dosen Si prospective student atau profesor yang sama sekali belum ada hubungan dengannya.

Jika email pertama kita mendapat balasan dari profesor, kita dapat memulai untuk berdiskusi dengannya dalam email selanjutnya. Topik diskusi dapat kita ambil dari publikasi paper-nya. Dalam email tersebut, kita dapat memulai menggunakan nama belakangnya saja dalam salam pembuka. Hal ini ditujukan untuk menghindari kekakuan dan menambah kedekatan kita dengan profesor. Selanjutnya, jalin korespondensi terus dan jangan sampai balas – balasan email tersebut diputuskan atau disudahi oleh profesor. Kita dapat membuat balas – balasan terus terjadi dengan membuat diskusi yang menarik.

Jika topik diskusi dari satu paper sudah habis maka kita bisa mencari topik diskusi dari paper-nya yang lain. Kalau profesor bertanya kepada kita dalam email balasannya maka segera mungkin kita balas. Namun, jika tidak ada pertanyaan dalam email balasannya maka kita bisa memberi jeda beberapa hari untuk menulis email selanjutnya.

Setelah beberapa kali balas – balasan email dan kita merasa cocok serta ada peluang untuk menyatakan cinta eh salah…maksudku jika kita sudah merasa ada peluang untuk bisa bekerja di bawah bimbingannya maka segera kita nyatakan saja perasaan kita pada profesor tersebut. Kita dapat mengacu pada Email Penembakan untuk menyatakan perasaan kita. Email ini dapat diberi judul “Research Assistant Possibility”. Jangan lupa sertakan CV dan statement of purpose kita dalam email ini.

Umumnya, profesor – profesor juga akan mengajak kita interview melalui telpon ataupun video call. Hal ini mengindikasikan bahwa kemungkinan besar financial support insyaAllah akan kita dapatkan. Misi utama kita dalam interview tersebut adalah supaya semuanya berjalan lancar dan mulus, dan teman – teman dapat financial support. Berikut ini aku tuliskan beberapa saran untuk menghadapi interview tersebut:

1. Buat catatan ringkas tentang riset profesor, minat riset kita, alasan kita menyukai riset profesor tersebut, alasan kita memilih perguruan tinggi tersebut, dan kuliah yang sudah kita ambil.
2. Kita mesti percaya diri tapi jangan sombong. Jangan malu dan tegang.
3. “You and me” kita selevel dengan profesor. Namun, tetap ingat untuk sopan. Panggil beliau dengan “Doktor” + nama belakangnya supaya tidak kaku.
4. Pada saat bicara dengan profesor, yakinkan teman – teman sudah pasti akan ke perguruan tingginnya kalau diterima. Katakan “I really want to work with you” “I find your work very interesting and I look forward to doing research in (topik risetnya)”.
5. Jika kita ditanya apakah masih mempertimbangkan/menginginkan profesor, riset, dan perguruan tinggi lain, jawabannya adalah “NO”.
6. Hindari “kondisi hening” atau tanpa kata dalam interview. Jika kita kehabisan pertanyaan dan bingung kita dapat menanyakan kepada profesor hal – hal umum tentang riset atau research assistantship, misalnya kita tanya tanggal mulai riset, sponsor riset, partner kolaborasi dalam riset, dan jangan tanya durasi riset.
7. Jangan pernah berbicara apapun yang berbau negatif, misalnya tentang Indonesia ataupun sistem kuliah kita.
8. Jangan mengatakan bahwa kita mau bekerja di Amerika setelah selesai kuliah. Namun, katakan bahwa kita ingin kembali ke Indonesia untuk berkarir di bidang akademik.
9. Jangan minta keputusan dari profesor apakah kita diterima atau tidak.
10. Kalau sudah akhir – akhir interview katakan “Please let me know if there is anything else you need from me“
11. Kalau sudah selesai interview katakan “Thank you very much for this opportunity“.


Eits, tips dari Andhika belum selesai. Setelah mendorong diri untuk memaksimalkan nilai standardized test serta melakukan pendekatan pada profesor-profesor, ada hal lain yang juga perlu untuk dilakukan. Apa saja? Simak seri tulisan berikutnya.


..........bersambung ke "
Tips Mendapatkan Beasiswa Pascasarjana (2)"


Editor : Caroline Damanik
Sumber: