Minggu, 31 Agustus 2014

News / Edukasi

Disediakan, Beasiswa Perguruan Tinggi untuk 100 Siswa

Rabu, 1 Mei 2013 | 01:14 WIB

PONTIANAK, KOMPAS.com — Kalimantan Barat memperoleh alokasi bagi 100 siswa untuk bisa memperoleh beasiswa pendidikan tinggi dan lolos seleksi kuliah di enam perguruan tinggi negeri terkemuka di Tanah Air, demikian dikatakan Rektor Universitas Tanjungpura Prof Dr Thamrin Usman, DEA.

Keenam perguruan tinggi tersebut adalah Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Surabaya (ITS), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

"Ini beasiswa untuk siswa yang berasal dari daerah tertinggal, terpencil, dan terisolasi," kata Rektor Universitas Tanjungpura (Untan) saat dihubungi di Pontianak, Selasa (30/4/2013).

Ia melanjutkan, ada 10 kabupaten di Kalimantan Barat (Kalbar) dan masing-masing mendapat kuota 10 siswa, yakni Kabupaten Sambas, Bengkayang, Landak, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi, Kapuas Hulu, Ketapang, dan Kayong Utara.

Menurut dia, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi siswa. Di antaranya, siswa tersebut mengikuti seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri. "Mereka dapat memilih satu atau dua, dari enam perguruan tinggi negeri yang masuk dalam program tersebut," kata dia.

Dari hasil seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri, akan dilihat nilai yang diraih masing-masing calon penerima. "Nanti dapat dilihat, siapa yang paling tinggi nilainya," ujar Thamrin Usman.

Namun, ia mengingatkan, bukan berarti nilai tertinggi akan mendapat peluang terbesar. "Kita juga melihat dari latar belakang yang bersangkutan. Misalnya, dari golongan mampu atau tidak, lalu asal sekolahnya," kata dia.

Tim akan memprioritaskan siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu, serta berasal dari sekolah yang masuk kategori tertinggal, terpencil, dan terisolasi.

Mereka nantinya akan mendapat beasiswa hingga lulus kuliah. Sebelum berangkat menuju perguruan tinggi penerima, pihak Universitas Tanjungpura akan memberi pelatihan selama dua minggu. "Misalnya, diberi materi dasar mengenai ilmu pengetahuan, serta etos kerja," ujar Thamrin Usman.

Tujuannya agar siswa mendapat pemahaman awal sebelum memasuki jenjang kuliah sesungguhnya.


Editor : Benny N Joewono
Sumber: